Optimasi Tenaga Kerja Operasional Terminal Peti Kemas Menggunakan Integrasi Time and Motion Study dan Ranked Positional Weight

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1730

Keywords:

Optimal workforce, container terminal, time and motion study, ranked positional weight, operational effciency

Abstract

Terminal peti kemas menghadapi permasalahan ketidakoptimalan tenaga kerja yang berdampak pada kinerja operasional. Dengan 250 tenaga kerja dan rasio 0,5 orang/kontainer, throughput hanya mencapai 92% dari target 500 kontainer per hari. Penelitian ini bertujuan menentukan tenaga kerja optimal menggunakan integrasi Time and Motion Study dan Ranked Positional Weight sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan secara komprehensif pada sistem logistik terminal peti kemas dengan aktivitas paralel dan precedence constraint kompleks. Time and Motion Study digunakan untuk menghitung waktu standar 8 aktivitas operasional dengan rating factor 1,10 dan allowance 27%. Ranked Positional Weight digunakan untuk distribusi beban kerja optimal dengan mempertimbangkan precedence constraint dan aktivitas paralel. Berdasarkan hasil perhitungan model, waktu standar total mencapai 16,64 menit per kontainer, distribusi ke 3 stasiun kerja menghasilkan estimasi efisiensi lini 64,20%, dan jumlah tenaga kerja optimal 105 orang (35 orang per shift) dengan rasio 0,21 orang/kontainer. Implementasi rekomendasi ini berpotensi menghasilkan efisiensi tenaga kerja hingga 58%, penurunan cycle time menjadi 8,64 menit, dan pencapaian throughput 100% sesuai target.

References

[1] A. Prianto and B. Kusumawati, "Regulasi dan Tata Kelola Kepelabuhanan dalam Sistem Transportasi Nasional Indonesia," J. Transp. Logist. Navig., vol. 3, no. 1, pp. 12–24, 2023.

[2] R. Dewi and S. Anggoro, "Analisis Kinerja Operasional Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Utama Indonesia," J. Logist. dan Suppl. Chain, vol. 5, no. 2, pp. 87–99, 2022.

[3] UNCTAD, Review of Maritime Transport 2021. Geneva: United Nations Conference on Trade and Development, 2021.

[4] M. A. Santoso, H. Purnomo, and R. Wijaya, "Benchmarking Produktivitas Tenaga Kerja Terminal Peti Kemas: Studi Komparatif Terminal Modern Asia Tenggara," J. Manaj. Ind. Pelabuhan, vol. 4, no. 1, pp. 31–45, 2023.

[5] N. Ernawati, D. Wahyuni, and A. Prasetyo, "Analisis Ketidakoptimalan Tenaga Kerja pada Terminal Peti Kemas," J. Tek. Ind., vol. 12, no. 1, pp. 15–26, 2022.

[6] F. Kurniawan and I. Rahmawati, "Penerapan Time and Motion Study untuk Optimasi Waktu Standar pada Operasional Bongkar Muat Pelabuhan," J. Tek. Ind. Terap., vol. 8, no. 1, pp. 44–56, 2022.

[7] A. Fatimah, B. Setiawan, and C. Pratiwi, "Implementasi Metode Ranked Positional Weight untuk Penyeimbangan Lini: Tinjauan Sistematis 2018–2023," J. Rek. Ind., vol. 13, no. 2, pp. 120–135, 2023.

[8] D. Susilo and E. Wulandari, "Metode Pengukuran Kerja Berbasis Stopwatch Time Study pada Industri Manufaktur dan Logistik," J. Stand. Kerja dan Ergon., vol. 6, no. 1, pp. 23–37, 2021.

[9] R. Hidayat and M. Firmansyah, "Penetapan Waktu Standar dan Faktor Kelonggaran pada Pekerjaan Fisik Berat di Lingkungan Pelabuhan," J. Ergon. Ind., vol. 9, no. 2, pp. 65–79, 2022.

[10] H. Salim, I. Nugroho, and J. Kusuma, "Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Optimal pada Terminal Kontainer," J. Tek. Ind. dan Manaj. Sis., vol. 5, no. 1, pp. 18–32, 2023.

[11] Z. A. Cil, M. S. Mete, E. Ozceylan, and A. Dolgui, "A beam search approach for solving type II robotic parallel assembly line balancing problem," Appl. Soft Comput., vol. 132, p. 109850, 2023, doi: 10.1016/j.asoc.2022.109850.

[12] R. F. Maulana and D. Kusuma, "Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Operasional Bongkar Muat Peti Kemas menggunakan Metode HIRARC," J. Tek. Ind. dan Ergon., vol. 4, no. 2, pp. 88–101, 2022.

[13] A. H. Hamzah and B. Syahputra, "Optimasi Penjadwalan Quay Crane pada Terminal Peti Kemas dengan Pendekatan Metaheuristik," J. Ris. Tek. Ind., vol. 7, no. 1, pp. 55–68, 2022.

[14] C. Lestari and D. Rachman, "Efisiensi Operasional Reach Stacker pada Yard Terminal Peti Kemas Berkapasitas Tinggi," J. Logist. Mar., vol. 3, no. 2, pp. 101–115, 2023.

[15] E. Supriyadi and F. Yuniarto, "Peningkatan Throughput Terminal Peti Kemas melalui Optimasi Alokasi Sumber Daya Manusia," J. Manaj. Ind., vol. 11, no. 1, pp. 34–48, 2021.

[16] G. Hartono, H. Wahyudi, and I. Subagyo, "Assembly Line Balancing pada Sistem Logistik dengan Mempertimbangkan Aktivitas Paralel," J. Optim. Sis. Ind., vol. 20, no. 2, pp. 89–103, 2022.

[17] J. Pratama and K. Nugroho, "Analisis Dwelling Time di Pelabuhan Indonesia: Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Solusinya," J. Transp. Mar., vol. 4, no. 1, pp. 21–35, 2022.

[18] L. Puspitasari and M. Santoso, "Penerapan Westinghouse Rating System pada Penilaian Performansi Pekerja di Lingkungan Operasional Berat," J. Ergon. dan K3, vol. 7, no. 2, pp. 78–91, 2021.

[19] N. Kurnia and O. Rahayu, "Produktivitas Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan: Pengukuran dan Peningkatan," J. Ekon. Pelabuhan dan Logist., vol. 6, no. 1, pp. 45–59, 2023.

[20] P. Budiman and Q. Surya, "Penjadwalan Pekerjaan dengan Precedence Constraint menggunakan Algoritma Heuristik," J. Ilm. Tek. Ind., vol. 21, no. 1, pp. 56–70, 2022.

[21] R. Ramadhani and S. Putri, "Reduksi Cycle Time pada Lini Operasional Terminal melalui Pendekatan Lean Manufacturing," J. Tek. Ind. Terintegr., vol. 4, no. 2, pp. 112–126, 2021.

[22] T. Wibowo and U. Santoso, "Manajemen Shift Kerja dan Dampaknya terhadap Produktivitas pada Operasional Terminal 24 Jam," J. Manaj. Oper., vol. 8, no. 1, pp. 33–47, 2022.

[23] V. Andika and W. Kusuma, "Optimasi Penugasan Head Truck pada Sistem Transportasi Internal Terminal Peti Kemas," J. Ris. Tek. Ind. dan Logist., vol. 5, no. 2, pp. 88–102, 2023.

[24] X. Mulyanto and Y. Saputra, "Analisis Idle Time dan Antrian pada Proses Bongkar Muat Peti Kemas menggunakan Simulasi," J. Sis. Ind., vol. 10, no. 1, pp. 22–36, 2021.

[25] Z. Ardianto and A. Fachrizal, "Ergonomi dan Keselamatan Kerja pada Operasional Alat Berat di Terminal Peti Kemas," J. K3 dan Lingk. Kerja, vol. 5, no. 1, pp. 67–81, 2022.

[26] C. Bierwirth and F. Meisel, "A follow-up survey of berth allocation and quay crane scheduling problems in container terminals," Eur. J. Oper. Res., vol. 244, no. 3, pp. 675–689, 2015, doi: 10.1016/j.ejor.2014.12.030.

[27] A. H. Gharehgozli, D. Roy, and R. de Koster, "Sea container terminals: New technologies and OR models," Marit. Econ. Logist., vol. 18, no. 2, pp. 103–140, 2016, doi: 10.1057/mel.2015.3.

[28] B. W. Niebel and A. Freivalds, Methods, Standards, and Work Design, 12th ed. New York: McGraw-Hill, 2014.

[29] R. M. Barnes, Motion and Time Study: Design and Measurement of Work, 7th ed. New York: Wiley, 1980.

[30] W. B. Helgeson and D. P. Birnie, "Assembly line balancing using the ranked positional weight technique," J. Ind. Eng., vol. 12, no. 6, pp. 394–398, 1961.

[31] D. Steenken, S. Voß, and R. Stahlbock, "Container terminal operation and operations research — a classification and literature review," OR Spectr., vol. 26, no. 1, pp. 3–49, 2004, doi: 10.1007/s00291-003-0157-z.

[32] A. Lim, B. Rodrigues, and Z. Xu, "A m-parallel crane scheduling problem with a non-crossing constraint," Nav. Res. Logist., vol. 54, no. 2, pp. 115–127, 2007, doi: 10.1002/nav.20193.

Downloads

Published

21-04-2026

How to Cite

[1]
“Optimasi Tenaga Kerja Operasional Terminal Peti Kemas Menggunakan Integrasi Time and Motion Study dan Ranked Positional Weight”, JTMIT, vol. 5, no. 2, pp. 789–796, Apr. 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i2.1730.

Similar Articles

1-10 of 206

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)