Analisis Pengendalian Persediaan Spare Part MRO melalui Integrasi ABC-FSN dan Min-Max
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i3.2102Keywords:
Pengendalian Persediaan, MRO, Klasifikasi ABC, Klasifikasi FSN, Metode Min-Max, Dead StockAbstract
Pengendalian persediaan spare part pada fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) diperlukan untuk menjamin ketersediaan material sekaligus meminimalkan risiko kelebihan stok. PT XYZ belum menerapkan pengelompokan spare part berdasarkan nilai konsumsi dan tingkat pergerakan sebagai dasar penetapan kebijakan persediaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spare part prioritas melalui integrasi klasifikasi ABC dan FSN serta menyusun rekomendasi pengendalian persediaan menggunakan metode Min–Max. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa observasi dan wawancara serta data sekunder berupa histori persediaan, issued date, harga satuan, dan lead time terhadap 248 jenis spare part. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ABC menghasilkan 8 item kategori A dengan kontribusi 79,22% terhadap total nilai konsumsi persediaan, sedangkan klasifikasi FSN menghasilkan 81 item (33%) kategori fast moving dan 167 item (67%) kategori slow moving. Integrasi ABC–FSN mengidentifikasi lima spare part kategori A–Slow Moving sebagai prioritas pengendalian. Perhitungan metode Min–Max menghasilkan parameter safety stock, minimum stock, maximum stock, dan order quantity sesuai karakteristik kebutuhan dan lead time setiap item. Integrasi klasifikasi ABC–FSN dan metode Min–Max dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengendalian persediaan yang lebih efektif untuk menjaga ketersediaan material dan mengurangi potensi dead stock.
References
[1] R. A. Sutrisno, “Analisis Maintenance, Repair, and Operations di Perusahaan Jasa Transportasi (Studi Kasus di PO. Tirto Agung Jombang),” 2024, Universitas Islam Indonesia.
[2] J. B. Munyaka and V. S. S. Yadavalli, “Inventory management concepts and implementations: a systematic review,” South African J. Ind. Eng., vol. 33, no. 2, pp. 15–36, 2022.
[3] N. Sutrisno, R. Estiana, and A. Arifin, “The The Effect of Internal Control of Raw Material Inventory and Production Process Planning on the Smooth Production Process,” ATRABIS J. Adm. Bisnis, vol. 9, no. 1, pp. 56–66, 2023.
[4] S. A. Rizky and D. I. Handayani, “A Comprehensive Approach to Minimize Inventory Costs Using Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares, and Economic Order Quantity Methods,” J. Dev. Res., vol. 8, no. 1, pp. 62–69, 2024.
[5] M. A. Noer and R. Erlin, “Inventory Control Analysis In UD. Dippo Jaya Sentosa Bandar Lampung,” J. Tafkirul Iqtishodiyyah, vol. 2, no. 2, pp. 176–211, 2022.
[6] D. P. Saputra, D. K. Wardhani, and M. F. Passon, “Optimization of Inventory Control Using Economic Order Quantity and Safety Stock Approach,” RESWARA J. Ris. Ilmu Tek., vol. 2, no. 3, pp. 100–107, 2024.
[7] N. H. Habibi and M. M. Ulkhaq, “STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PENDEKATAN KLASIFIKASI ABC-FSN DAN METODE MIN-MAX PADA MATERIAL SPIRAL WOUND GASKETS DI PT XYZ,” Ind. Eng. Online J., vol. 14, no. 2, 2025.
[8] I. A. Hasan and F. Pulansari, “Application of the Min-Max Stock Method in the Inventory Control of the Raw Materials for the Cement Production at PT XYZ,” IJIEM (Indonesian J. Ind. Eng. Manag., vol. 4, no. 3, pp. 303–309, 2023.
[9] N. L. Rachmawati and M. Lentari, “Penerapan metode Min-Max untuk Minimasi Stockout dan Overstock persediaan bahan baku,” J. INTECH Tek. Ind. Univ. Serang Raya, vol. 8, no. 2, pp. 143–148, 2022.
[10] M. Marbun, H. T. Sihotang, and N. V. Marbun, “Perancangan sistem perencanaan jumlah produksi roti menggunakan metode fuzzy mamdani,” J. Mantik Penusa, vol. 20, no. 1, pp. 48–54, 2016.
[11] A. Salam and M. Mujiburrahman, “Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober Indo,” J. EMT KITA, vol. 2, no. 1 SE-Articles, pp. 47–54, doi: 10.35870/emt.v2i1.69.
[12] C. Cahyani and W. Kartika, “Pengendalian persediaan minimum dan maksimum untuk maintenance, repair dan operation stock,” in Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta, 2015, pp. 230–237.
[13] S. Arikunto, “Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek,” (No Title), 2010.
[14] M. M. Ir Syofian Siregar, Metode Pemilihan Kuantitatif: Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenada Media, 2017.
[15] H. Andriani et al., “Metode penelitian kualitatif & kuantitatif,” 2020.
[16] D. Sugiyono, “Metode penelitian kualitatif,” 2022.
[17] J. Heizer and B. Render, “Manajemen Operasi, Salemba Empat,” 2015, Jakarta.
[18] R. E. Indrajit, “Djokopranoto. Konsep Manajemen Supply Chain: Strategi Mengelola Manajemen Rantai Pasokan Bagi Perusahaan Modern di Indonesia,” 2003, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
[19] A. Ristono, “Manajemen Persediaan, Graha Ilmu,” 2009, Yogyakarta.
[20] Y. S. Candra, “Rancangan Sistem Informasi Manajemen Inventory Pada Toko Ud Harapan Indah Surabaya,” CALYPTRA, vol. 3, no. 2, pp. 1–15, 2015.
[21] I. Chatisa, I. Muslim, and R. P. Sari, “Implementasi metode klasifikasi ABC pada warehouse management system PT. Cakrawala Tunggal Sejahtera,” J. Nas. Tek. Elektro Dan Teknol. Inf., vol. 8, no. 2, pp. 123–134, 2019.
[22] R. D. Reid and N. R. Sanders, Operations management: an integrated approach. John Wiley & Sons, 2019.
[23] S. Mitra, M. S. Reddy, and K. Prince, “Inventory control using FSN analysis–a case study on a manufacturing industry,” Int. J. Innov. Sci. Eng. Technol., vol. 2, no. 4, pp. 322–325, 2015.
[24] D. Devarajan and M. S. Jayamohan, “Stock control in a chemical firm: combined FSN and XYZ analysis,” Procedia Technol., vol. 24, pp. 562–567, 2016.
[25] M. Effendy, Y. Supriya, and N. Nyuantasari, “Analysis of accounts receivable turnover inventory turnover and corporate performance against profitability,” Unity Manag. Sci. J., vol. 3, no. 3, 2016.
[26] S. N. Fadlillah, A. Andreas, and Z. Zahedi, “Metode Pengendalian Persediaan Bahan Baku Crude Coconut Oil Yang Optimal Pada Pt. Pse,” Ind. Syst. Eng. Assess. J. (INASEA)-Discontinued, vol. 9, no. 2, pp. 139–153, 2008.
[27] M. I. Aditiyana, “Pengendalian Bahan Baku Utama Menggunakan Metode Min-Max Stock Pada Coffee Shop Di Yogyakarta Untuk Optimalisasi Persedian Bahan (Studi Kasus Di Maraville Yogyakarta),” 2018.
[28] I. N. Pujawan and M. Er, Supply chain management edisi 3. Penerbit Andi, 2017.
[29] I. Alomar and D. Nikita, “Managing operational efficiency and reducing aircraft downtime by optimization of aircraft on-ground (aog) processes for air operator,” Appl. Sci., vol. 15, no. 9, p. 5129, 2025.
[30] D. T. K. Ningrum, “Evaluasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku UPVC Dengan Perbandingan Metode EOQ, POQ, dan Min-Max Pada PT. XYZ,” Ind. Eng. Online J., vol. 11, no. 3, 2022.
[31] R. Anggraini and L. A. Salmia, “Pengendalian Persediaan Material Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Metode Min Max Stock Pada Umkm Csh Rengganis,” J. Valtech, vol. 7, no. 1, pp. 54–59, 2024.
[32] M. Djunaidi, E. Setiawan, and F. W. Andista, “Penentuan jumlah produksi dengan aplikasi metode fuzzy–mamdani,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 4, no. 2, pp. 95–104, 2005.
[33] G. H. Pramono, “Akurasi metode IDW dan kriging untuk interpolasi sebaran sedimen tersuspensi di Maros, Sulawesi Selatan,” in Forum geografi, 2008, pp. 145–158.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kansa Tsaqifa Azzahra, Bambang Darmawan, Saskia Kanisaa Puspanikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













