Evaluasi Kegagalan Proses Waste Water Treatment Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Root Cause Analysis (RCA) Di Industri Pupuk

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1844

Keywords:

Waste Water Treatment, FMEA, RCA, Amonia, Nitrifikasi, Preventive Maintenance

Abstract

Pertumbuhan sektor industri menuntut sistem pengolahan limbah cair yang andal untuk memenuhi baku mutu lingkungan. Studi terdahulu yang menerapkan FMEA dan Root Cause Analysis (RCA) pada pengolahan air limbah umumnya berfokus pada efluen industri umum, sehingga kajian spesifik mengenai efluen industri pupuk berbeban nitrogen tinggi masih terbatas. Konteks ini penting karena limbah pupuk dicirikan oleh kadar amonia (NH₃) tinggi dan proses biologis yang kompleks. Penelitian ini mengevaluasi kegagalan proses pada unit Waste Water Treatment (WWT) PT Aneka Jasa Grhadika yang mengolah limbah cair Pabrik IIB PT Petrokimia Gresik. Data operasional selama Juli 2025 menunjukkan kondisi off-specs persisten pada lima parameter kritis, yaitu NH₃, TSS, COD, pH, dan PO₄. FMEA digunakan untuk memprioritaskan mode kegagalan berdasarkan Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian expert panel terstruktur. Selanjutnya, RCA dengan diagram Fishbone dan metode 5 Whys diterapkan pada mode kegagalan berisiko tertinggi. Hasil FMEA menunjukkan kegagalan nitrifikasi sebagai risiko paling kritis (NH₃ tinggi, RPN = 320), diikuti TSS tinggi (RPN = 128) dan COD tinggi (RPN = 108). RCA menelusuri akar penyebab utama pada absennya SOP preventive maintenance membran diffuser aerasi dan tidak adanya pemantauan backpressure secara real-time. Tindakan korektif berupa penggantian diffuser, optimalisasi DO pada 2,0–4,0 mg/L, serta penegakan jadwal desludging harian meningkatkan performa nitrifikasi, ditunjukkan oleh kadar NH₃ pasca-intervensi yang konsisten di bawah ambang regulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA–RCA efektif menggeser pengelolaan WWT dari pendekatan reaktif menuju pengendalian kualitas preventif.

References

[1] KLHK, “Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia,” J. GEEJ, vol. 7, no. 2, pp. 1–39, 2016.

[2] R. Ahmad, “Pengamanan Limbah Cair,” pp. 1–310, 2025.

[3] R. Marsidi and A. Herlambang, “Proses nitrifikasi dengan sistem biofilter untuk pengolahan air limbah yang mengandung amoniak konsentrasi tinggi,” J. Teknol. Lingkung., vol. 3, no. 3, pp. 195–205, 2002.

[4] N. Aulia Faradina and N. Ratni, “Analisis Risiko Penurunan Kualitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Jabon Kabupaten Sidoarjo dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis,” Serambi Eng., vol. IX, no. 3, 2024.

[5] D. Yudha Bintara and U. Amrina, “Analisis Pengendalian Kualitas Limbah Cair Pabrik Susu Dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA),” Pros. Semin. Nas. Mercu Buana Conf. Ind. Eng., vol. 3, pp. 145–155, 2021.

[6] R. B. Kuncoro, S. S. Dahda, and E. Ismiyah, “Analisis Risiko Limbah Cair Pada Unit Effluent Treatment Berdasarkan Sistem Manajemen Lingkungan Menggunakan Metode Fmea Dan Rca Di Pt. Petrokimia Gresik,” JUSTI (Jurnal Sist. dan Tek. Ind., vol. 2, no. 3, p. 403, 2022, doi: 10.30587/justicb.v2i3.3700.

[7] S. Puspitasari and S. Merdikawati, “Identifikasi akar penyebab dan prioritisasi risiko ketidaksesuaian air handling unit ( AHU ) menggunakan RCA-FMEA terintegrasi Identification of Root Cause and Risk Prioritization of air handling unit ( AHU ) performance nonconformities using an integrate,” vol. 7, pp. 576–586, 2026, doi: 10.37373/jenius.v7i2.2352.

[8] D. Fathurahman, “Efektivitas Konsorsium Bakteri Bacillus Cereus, Bacillus Spizizenii, dan Stenotrophomonas Malthopilia Terhadap Performa Wetland Mendegradasi Amonia (NH3) …,” pp. 1–59, 2024, [Online]. Available: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/53245%0Ahttps://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/53245/20513157.pdf?sequence=1&isAllowed=y

[9] H. R. Ardyansyah and N. U. Handayani, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Kain Grey Ps 946 Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Kecacatan Produk Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Dan Pendekatan Kaizen,” Ind. Eng. Online J., vol. 12, no. 3, pp. 1–10, 2023, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/40325

[10] A. F. Mustafa, “Optimalisasi Penentuan Mode Kegagalan Defect Dominan Pada in Check Buffing Panel Up Dengan Penerapan Metode Fmea-Topsis …,” 2018, [Online]. Available: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11111

[11] F. A. Setyawan, D. Rahayu Widiana, and A. V. Sophia, “Analisis Akar Penyebab Kegagalan Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Kecap Menggunakan Metode Root Cause Analysis,” Conf. Proceeding Waste Treat. Technol., vol. 5, no. 1, pp. 186–190, 2022.

[12] Haryono, S. Affandi, and G. Subroto, “Pengembangan Konsep Cleaner Drilling Berdasarkan Studi Kasus Pengeboran Minyak di Perusahaan ‘XXX’ Menggunakan Pendekatan FMEA,” Semin. Nas. Sains dan Teknol. Terap. X 2022, pp. 1–7, 2022, [Online]. Available: https://rb.gy/62giha

[13] Z. Mahrurozi, “Perancangan Lean Manufacturing Dengan Metode Vsm Dan Fmea Untuk Mengurangi Waste Pada Produk Barecore CV. Bangun Usaha Mandiri,” pp. 1–88, 2022.

[14] I. I. K. Wiryajati, A. IPU, and I. K. P. Putra, “FMEA untuk Panduan Praktis Identifikasi Kegagalan dan Pengendalian Risiko,” Books.Google.Com, [Online]. Available: https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=Lb6JEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA5&dq=pengaduan+fuzzy+logic&ots=6Cw4H7TdgO&sig=3nBM5jD45ZyiI3yJgmv0z-_5Dl4

[15] K. Muhammad, “Analisis Dan Perbaikan Penulisan List of Material Pada Program Preservasi Menggunakan Metode Root Cause Analysis Rca,” JUSTI (Jurnal Sist. dan Tek. Ind., vol. 4, no. 4, p. 452, 2024, doi: 10.30587/justicb.v4i4.8003.

[16] A. Setiyawan and B. Hari, “Karakteristik Proses Klarifikasi dalam Sistem Nitrifikasi-Denitrifikasi untuk Pengolahan Limbah Cair dengan Kandungan N-NH3 Tinggi,” J. Tek. Sipil, vol. 12, no. 2, pp. 1–13, 2010.

[17] Metcalf & Eddy, “Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery,” 2013, [Online]. Available: https://books.google.com.cu/books?id=6KVKMAEACAAJ

[18] R. Ningtyas, “Pengolahan Air Limbah dengan Proses Lumpur Aktif,” Jur. Tek. Kim. ITB, no. December, pp. 1–11, 2015, [Online]. Available: https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/50857179/Pengolahan_Air_Limbah_dengan_Proses_Lumpur_Aktif-libre.pdf?1481603106=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DPengolahan_Air_Limbah_dengan_Proses_Lump.pdf&Expires=1671349507&Signature=czTgXfRg64SAu

[19] S. K. I. Mawangi and A. Moesriati, “Kajian Risiko Proses Pengolahan Lumpur Tinja Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kota Batu),” J. Tek. ITS, vol. 10, no. 2, 2021, doi: 10.12962/j23373539.v10i2.72607.

[20] M. H. Hakim, N. R. Ramadani, and K. W. Wirakusuma, “Analisis Peningkatan Kualitas Air Minum Dalam Kemasan Menggunakan Integrasi Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis,” Invent. Ind. Vocat. E-Journal Agroindustry, vol. 5, no. 2, pp. 63–73, 2024, doi: 10.52759/inventory.v5i2.202.

[21] A. Nastiti and A. Masduqi, “Pengurangan Risiko Kegagalan Kualitas Produksi Air Minum PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” J. Tek. ITS, vol. 12, no. 1, 2023, doi: 10.12962/j23373539.v12i1.111008.

[22] P. P. Sugandi, “Analisis Kegagalan Pada Impeller Pompa Ash Disposal di PLTU Jabar 2 Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA),” 2025.

[23] I. Machali, “Pendekatan Integrasi-Interkoneksi Dalam Kajian Manajemen Dan Kebijakan Pendidikan Islam,” el-Tarbawi, vol. 8, no. 1, pp. 32–53, 2015, doi: 10.20885/tarbawi.vol8.iss1.art3.

[24] M. T. Fajrin and W. Sulistiyowati, “Pengurangan Defect Pada Produk Sepatu Dengan Mengintegrasikan Statistical Process Control (Spc) Dan Root Cause Analysis (Rca) Studi Kasus Pt. Xyz,” Spektrum Ind., vol. 16, no. 1, p. 29, 2018, doi: 10.12928/si.v16i1.9778.

[25] Y. Simamora and N. Kurniati, “Analisis risiko pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) PT Ajinomoto berdasarkan konsep manajemen risiko lingkungan,” no. July, pp. 1–10, 1997.

Downloads

Published

28-05-2026

How to Cite

[1]
“Evaluasi Kegagalan Proses Waste Water Treatment Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Root Cause Analysis (RCA) Di Industri Pupuk”, JTMIT, vol. 5, no. 2, pp. 1092–1099, May 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i2.1844.

Similar Articles

1-10 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2