Evaluasi Kelayakan Pelabuhan Patimban Sebagai Alternatif Pelabuhan Ekspor Di Kawasan Rebana Metropolitan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i3.2126

Keywords:

Distribusi hinterland, efisiensi logistic, Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Tanjung Priok, Kawasan Rebana Metropolitan

Abstract

Pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan alternatif bertujuan meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, evaluasi alternatif pelabuhan tidak hanya ditentukan oleh efisiensi distribusi hinterland, tetapi juga perlu mempertimbangkan karakteristik operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Pelabuhan Patimban sebagai alternatif pelabuhan ekspor bagi kawasan industri di Kawasan Rebana Metropolitan melalui analisis efisiensi distribusi hinterland dan karakteristik operasional pelabuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif berdasarkan data sekunder. Efisiensi distribusi dianalisis menggunakan indikator jarak tempuh, waktu tempuh, dan biaya operasional langsung pada 14 perusahaan dan kawasan industri di Kawasan Rebana Metropolitan. Karakteristik operasional pelabuhan dianalisis berdasarkan kapasitas terminal peti kemas, frekuensi layanan kapal (ship calls), dan cakupan rute pelayaran internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban memiliki efisiensi distribusi hinterland yang lebih baik dengan rata-rata jarak tempuh 71,79 km, waktu tempuh 1 jam 34 menit, dan biaya operasional langsung Rp1.755.534, lebih rendah dibandingkan Pelabuhan Tanjung Priok. Sebaliknya, Pelabuhan Tanjung Priok masih unggul dalam hal kapasitas terminal, frekuensi kunjungan kapal, dan konektivitas pelayaran internasional. Integrasi kedua aspek menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pelabuhan ekspor bagi Kawasan Rebana Metropolitan karena mampu meningkatkan efisiensi distribusi darat, sementara Pelabuhan Tanjung Priok tetap memiliki peran strategis sebagai pelabuhan utama dengan kemampuan operasional yang lebih matang. Penelitian ini memberikan kerangka evaluasi yang mengintegrasikan efisiensi distribusi hinterland dan karakteristik operasional pelabuhan sebagai dasar penilaian alternatif pelabuhan ekspor.

References

[1] T. Yangailo, “The Impact of Logistics Performance on Trade Efficiency and Economic Growth: a Global Comparative Study,” Economia Aziendale Online -, vol. 15, no. 4, pp. 733–756, 2024, doi: 10.13132/2038-5498/15.4.733-756.

[2] S. F. Alkhatib, “Competitiveness, Logistics Performance, and GDP: Evidence from Global Data and Arab Countries,” Journal of Logistics, Informatics and Service Science, vol. 11, no. 8, pp. 115–138, 2024, doi: 10.33168/JLISS.2024.0808.

[3] C. M. Firdausy, Memajukan logistik Indonesia yang berdaya saing. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2021.

[4] A. Sarjito, “Peran teknologi dalam pembangunan kemaritiman Indonesia,” Jurnal Lemhannas RI, vol. 11, no. 4, pp. 219–236, 2023.

[5] D. B. Kusyono and A. A. Suryobuwono, “A Analisis Komoditas Logistik Unggulan Jawa Barat Dalam Mendukung Pelabuhan Patimban,” LOGISTIK, vol. 18, no. 02, pp. 324–345, 2025.

[6] B. Behdani, B. Wiegmans, V. Roso, and H. Haralambides, “Port-hinterland transport and logistics: emerging trends and frontier research,” Maritime Economics and Logistics, vol. 22, no. 1, pp. 1–25, 2020, doi: 10.1057/s41278-019-00137-3.

[7] B. Nugraha and A. D. Santoso, “Peran transportasi multimoda dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik di Pulau Jawa,” Innovative: Journal Of Social Science Research, vol. 5, no. 2, pp. 1935–1948, 2025.

[8] P. J. Barat, Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jawa Barat Nomor 84 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Metropolitan Cirebon Patimban Kertajati Tahun 2020- 2023. Indonesia, 2020.

[9] P. Jarumaneeroj, A. Ramudhin, and J. Barnett Lawton, “A connectivity-based approach to evaluating port importance in the global container shipping network,” Maritime Economics and Logistics, vol. 25, no. 3, pp. 602–622, 2023, doi: 10.1057/s41278-022-00243-9.

[10] L. Kishore, Y. P. Pai, B. K. Ghosh, and S. Pakkan, “Maritime shipping ports performance: a systematic literature review,” Discover Sustainability, vol. 5, no. 1, 2024, doi: 10.1007/s43621-024-00299-y.

[11] M.-J. Hwang and Y.-P. Huang, “Exploring container port connectivity in Southeast Asia: An integrated assessment approach,” Asian Journal of Shipping and Logistics, vol. 41, no. 3, pp. 139–152, 2025, doi: 10.1016/j.ajsl.2025.06.003.

[12] H. Feng, Q. Lin, X. Zhang, J. S. L. Lam, and W. Y. Yap, “Port selection by container ships: A big AIS data analytics approach,” Research in Transportation Business and Management, vol. 52, p. 101066, 2024, doi: 10.1016/j.rtbm.2023.101066.

[13] T. P. Jugovic, M. Sirotic, and A. Jugovic, “Port choice and sustainable decision making in container liner shipping: A bibliometric review and content analysis,” 10th International Conference on Maritime Transport, no. 1, pp. 1–18, 2024, doi: 10.5821/mt.13184.

[14] H. Husnih, “Analisis Pemilihan Pelabuhan Singgah Tol Laut Jaringan Trayek T-4 Untuk Peningkatan Efektivitas Layanan,” Universitas Hasanuddin, Makassar, 2022.

[15] F. Emha, T. S. Ariadi, and I. Baharudin, “Analisis Deskriptif Strategi Peningkatan Efisiensi Logistik Maritim,” Jurnal Sains Dan Teknologi Maritim, vol. 26, no. 1, pp. 197–209, 2025.

[16] M. Ridwan and M. R. Gaffar, “Efisiensi Persediaan dan Distribusi Melalui Integrasi Supply Chain Management,” Applied Business and Administration Journal, vol. 1, no. 2, pp. 36–44, 2022, doi: 10.62201/790sa497.

[17] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 2nd Ed. Bandung: Alfabeta, CV., 2023.

[18] Gubernur Jawa Barat, “Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.859-Kesra/2025 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2026,” Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bandung, 2025.

[19] Departemen Pekerjaan Umum, “Pedoman Perhitungan biaya operasi kendaraan Bagian I : Biaya tidak tetap (Running Cost),” Departemen Pekerjaan Umum, p. 29, 2005.

[20] A. J. Hoffman, C. Mutendera, and W. C. Venter, “Comparing Transport Corridors Based on Total Economic Cost,” J. Adv. Transp., vol. 2023, 2023, doi: 10.1155/2023/6336630.

[21] S. A. H. Ahmad, M. N. Ab Rahman, R. Ramli, and A. A. Muhamed, “The Effects of Increased Distance Travel on the Operating Costs of Freight Truck Vehicles,” Jurnal Kejuruteraan, vol. 36, no. 2, pp. 777–783, 2024.

[22] H. Hakzah, “The Characteristics Operational Cost of Freight Transport in South Sulawesi Province-Indonesia,” 2020.

[23] E. Savitri and A. Abbas, “Aksesibilitas Pelayanan Transportasi Laut Bagi Masyarakat Hinterland Kota Batam (Studi Kasus Di Kecamatan Bulang),” Scientia Journal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, vol. 1, no. 2, 2019.

[24] F. Patampang and E. A. Mokodompit, “Integrasi Transportasi Laut Dalam Global Supply Chain: Kajian Literatur Mengenai Efisiensi, Keberlanjutan, Dan Daya Saing,” EKONOMIKA45: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan, vol. 13, no. 1, pp. 457–468, 2025.

[25] A. N. Fajari, “Pengaruh Integrasi Pelabuhan PT. Berlian Manyar Sejahtera Dengan Kawasan Industri JIIPE Terhadap Efisiensi Distribusi Logistik,” Politeknik Pelayaran Surabaya, Surabaya, 2024.

[26] S. T. Ina Elvina et al., Pengelolaan Pelabuhan Dan Infrastruktur Maritim. Cendikia Mulia Mandiri, 2025.

Downloads

Published

04-08-2026

How to Cite

[1]
“Evaluasi Kelayakan Pelabuhan Patimban Sebagai Alternatif Pelabuhan Ekspor Di Kawasan Rebana Metropolitan”, JTMIT, vol. 5, no. 3, pp. 1735–1745, Aug. 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i3.2126.

Similar Articles

1-10 of 133

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)