Evaluasi dan Rekomendasi Perbaikan Kinerja Supplier Berdasarkan Ketidaksesuaian Kuantitas Barang Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA)

(Studi kasus: PT Jidoka Result Indonesia)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i3.1999

Keywords:

Ketidaksesuaian Kuantitas, Purchase Order, Delivery Order, Key Performance Indicator, Root Cause Analysis

Abstract

Ketidaksesuaian kuantitas barang antara Purchase Order (PO) dan Delivery Order (DO) merupakan salah satu permasalahan dalam proses pengadaan yang dapat memengaruhi akurasi persediaan dan kelancaran operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketidaksesuaian kuantitas barang, mengevaluasi kinerja supplier menggunakan Key Performance Indicator (KPI), serta mengidentifikasi penyebab permasalahan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian menggunakan data PO dan DO periode Januari–Maret 2025 yang diperoleh dari bagian Purchasing dan Warehouse PT Jidoka Result Indonesia. Evaluasi dilakukan menggunakan KPI, sedangkan analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram dan teknik 5 Why’s. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat under supply dan over supply pada beberapa supplier. Evaluasi KPI menunjukkan adanya perbedaan tingkat kinerja antar supplier, sementara analisis RCA menunjukkan penyebab utama berasal dari belum optimalnya sistem pengendalian pengadaan, seperti belum adanya SOP verifikasi kuantitas dan evaluasi supplier secara berkala. Perusahaan disarankan menerapkan SOP verifikasi kuantitas, evaluasi supplier berbasis KPI, serta meningkatkan sistem informasi pengadaan.

References

[1] P. S. T. Mawuntu and R. C. Aotama, “Pengukuran Kinerja UMKM Berdasarkan Key Performance Indicators (KPI) Metode Balanced Scorecard,” WACANA Ekon. (Jurnal Ekon. Bisnis dan Akuntansi), vol. 21, no. 1, pp. 72–83, 2022, doi: 10.22225/we.21.1.2022.72-83.

[2] D. Nurhikmahyanti, “Strategi Pengembangan Sumber Daya Pengadaan Barang dan Jasa untuk Meningkatkan Daya Saing Indonesia: Tinjauan Terhadap Kebijakan dan Implementasi Manajemen,” J. Pengadaan Barang dan Jasa, vol. 3, no. 2, pp. 46–57, 2024.

[3] A. Mira Ky, G. Adhitya Prayogi, A. Sukmana Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, A. Sukmana, and F. Teknik, “Penilaian Kinerja Organisasi Menggunakan Metode Key Performance Indicators (Kpi) (Studi Kasus: Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Widyatama),” 2022.

[4] S. Holifahtus Sakdiyah, N. Eltivia, and A. Afandi, “Root Cause Analysis Using Fishbone Diagram: Company Management Decision Making,” J. Appl. Business, Tax. Econ. Res., vol. 1, no. 6, pp. 566–576, Aug. 2022, doi: 10.54408/jabter.v1i6.103.

[5] O. : E. Nugroho, “Pelaksanaan Pengawasan Prosedur Purchase Order (Po) Pada Pt Showa Indonesia Di Bekasi,” 2021.

[6] N. Wulandari, “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier di PT. Alfindo Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP),” J. Sist. Inf., vol. 1, no. 1, 2022.

[7] R. A. Bianco et al., “Aplikasi Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Key Performance Indicator,” J. Ilmu Komput., vol. 16, no. 1, 2021.

[8] Rr. Rochmoeljati, “Pengukuran Kinerja Supplier Berdasarkan Vendor Performance Indicator Dengan Metode Quality Cost Delivery Flexibility Responsiveness (Studi Kasus : Pt Boma Bisma Indra Surabaya),” 2023.

[9] R. Arif, A. Gunawan, M. Manajemen, U. Sultan, and A. Tirtayasa, “Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Tirtayasa (JRBMT),” 2021, doi: 10.48181/jrbmt.v7i1.23411.

[10] O. Serrat, “The Five Whys Technique,” in Knowledge Solutions, Springer Singapore, 2023, pp. 307–310. doi: 10.1007/978-981-10-0983-9_32.

Downloads

Published

10-07-2026

How to Cite

[1]
“Evaluasi dan Rekomendasi Perbaikan Kinerja Supplier Berdasarkan Ketidaksesuaian Kuantitas Barang Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA): (Studi kasus: PT Jidoka Result Indonesia)”, JTMIT, vol. 5, no. 3, pp. 1504–1512, Jul. 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i3.1999.

Similar Articles

1-10 of 175

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)