Analisis Penyebab Defect Pada Part Electric Dalam Proses Incoming Inspection
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i3.1974Keywords:
Seven Quality Control Tools, Incoming Inspection, Defect, Part ElectricAbstract
Kualitas part electric yang diterima pada proses incoming inspection merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis defect dominan, menganalisis faktor penyebab, serta menyusun usulan perbaikan pada proses incoming inspection part electric di PT XYZ menggunakan metode Seven Quality Control Tools. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer melalui observasi dan wawancara serta data sekunder berupa laporan incoming inspection, Standard Operating Procedure (SOP), dan Work Instruction. Analisis dilakukan menggunakan Check Sheet, Histogram, Diagram Pareto, Scatter Diagram, Flowchart, Control Chart, dan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect Under Spec Length pada Power Cord merupakan jenis defect yang paling dominan dengan jumlah 83 pcs (29,86%), diikuti Label Printing Faded sebanyak 50 pcs (17,99%), No Power sebanyak 45 pcs (16,19%), Missing Tapping sebanyak 43 pcs (15,47%), Missing IMS sebanyak 32 pcs (11,51%), dan No Sound sebanyak 25 pcs (8,99%). Scatter Diagram menunjukkan hubungan yang lemah antara jumlah PCS/LOT dengan persentase defect, sehingga tingginya defect lebih dipengaruhi oleh kualitas material, metode inspeksi, ketelitian inspector, dan kondisi proses sebelumnya. Fishbone Diagram mengidentifikasi faktor penyebab utama berasal dari aspek man, method, material, machine, dan environment. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diusulkan beberapa tindakan perbaikan berupa pelatihan inspector, standarisasi SOP, penggunaan checklist inspection, evaluasi supplier, kalibrasi alat inspeksi, serta perbaikan area kerja melalui peningkatan pencahayaan dan penerapan prinsip 5R. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT XYZ dalam meningkatkan efektivitas proses incoming inspection, menurunkan jumlah defect, serta mendukung perbaikan kualitas secara berkelanjutan.
References
[1] A. H. Manajemen, J. Bisnis, F. Bisnis, and D. Ekonomika, “Implementasi Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Pendekatan Pdca Dan Seven Tools Pada Pt. Rosandex Putra Perkasa Di Surabaya.”
[2] D. Henrique, “A systematic literature review of empirical research in Lean and Six Sigma in healthcare,” Total Quality Management and Business Excellence, vol. 31, no. 3. pp. 429–449, 2020. doi: 10.1080/14783363.2018.1429259.
[3] A. Salonen, “Practices of preventive maintenance planning in discrete manufacturing industry,” J. Qual. Maint. Eng., vol. 27, no. 2, pp. 331–350, 2021, doi: 10.1108/JQME-04-2019-0041.
[4] R. S. V, “Assessment of Lean Six Sigma Readiness (LESIRE) for manufacturing industries using fuzzy logic,” Int. J. Qual. Reliab. Manag., vol. 36, no. 2, pp. 137–161, 2019, doi: 10.1108/IJQRM-09-2017-0181.
[5] W. Zhou and Y. Chen, “Optimal Zero-Defect Solution for Multiple Inspection Items in Incoming Quality Control,” Mathematics, vol. 13, no. 9, 2025, doi: 10.3390/math13091449.
[6] W. Mutiara and M. Kholil, “Analisis Cacat Material Jenis Scale Panel Dengan Menggunakan Metode Seven Tools,” J. Manag. Innov. Entrep., vol. 3, no. 1, 2025.
[7] A. Al-bar and R. Tjahyono, “Jurnal Sistem Teknik Industri Quality Control Analysis Using the Seven Tools and Kaizen Methods to Minimize Terminal Defects in the Crimping Process,” vol. 28, no. 1, pp. 57–68, 2026.
[8] A. S. Sari, N. Aprisilia, and Y. Fitriani, “Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif,” Indones. Res. J. Educ., vol. 5, no. 4, pp. 539–545, 2025, doi: 10.31004/irje.v5i4.3011.
[9] I. I. J. Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, “No Title 済無No Title No Title No Title,” vol. 2, pp. 306–312, 2024.
[10] P. Spradley and M. Huberman, “Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif : اما يهو ةدالما ةهج نم لىولاا ينتهج نم نوكي ءاطلخاو سايقلا في إطلخا نع زاترحلإا جاتنلإا ةحص نم بجاولا ةقداص ةيضقب ةدساف ةيضق سبتلت نأبف نىعلما ةيحنا نم امأو لاق نا لىا نىعلما ةيحنا,” J. Manag. Account. Adm., vol. 1, no. 2, pp. 77–84, 2024.
[11] Ide Muhammad Hakim, Kevin Seviano Tangseng, Martinus Wisnu Saputra, and Ari Zaki Al-Faritsy, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tahu Menggunakan Metode Seven Tools Pada UMKM Tahu Bu Ida,” Manufaktur Publ. Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Ind., vol. 2, no. 2, pp. 108–117, 2024, doi: 10.61132/manufaktur.v2i2.342.
[12] V. Issue, F. Trianda, T. N. Wiyatno, and S. Kustiwan, “JUTIN : Jurnal Teknik Industri Terintegrasi Analisa Defect pada Produk Back Cover Menggunakan Metode PDCA untuk Pengurangan Claim Customer di PT . XYZ,” vol. 9, no. 1, pp. 731–736, 2026, doi: 10.31004/jutin.v9i1.54360.
[13] L. B. Cressionnie, “Revision runway: SIPOC implemented in process for updating AS9100 standards,” Qual. Prog., vol. 47, no. 7, pp. 50–52, 2014, [Online]. Available: https://api.elsevier.com/content/abstract/scopus_id/84904011334
[14] R. K. Singh, “Prioritizing success factors for implementing total productive maintenance (TPM),” J. Qual. Maint. Eng., vol. 28, no. 4, pp. 810–830, 2022, doi: 10.1108/JQME-09-2020-0098.
[15] A. Laureani, “Leadership and Lean Six Sigma: a systematic literature review,” Total Quality Management and Business Excellence, vol. 30, no. 1. pp. 53–81, 2019. doi: 10.1080/14783363.2017.1288565.
[16] J. Antony, “Six Sigma in healthcare: a systematic review of the literature,” International Journal of Quality and Reliability Management, vol. 35, no. 5. pp. 1075–1092, 2018. doi: 10.1108/IJQRM-02-2017-0027.
[17] M. P. J. Pepper, “The evolution of lean Six Sigma,” International Journal of Quality and Reliability Management, vol. 27, no. 2. pp. 138–155, 2010. doi: 10.1108/02656711011014276.
[18] C. Svensson, “A Lean Six Sigma program in higher education,” Int. J. Qual. Reliab. Manag., vol. 32, no. 9, pp. 951–969, 2015, doi: 10.1108/IJQRM-09-2014-0141.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yoga Pratama, Heru Darmawan, Yudi Prastyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













