Analisis dan Usulan Perbaikan Defect Produk Ducting Menggunakan Metode Six sigma dan Fuzzy FMEA
(Studi Kasus: PT Ravana Jaya)
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i1.1679Keywords:
Six sigma, FMEA, Fuzzy FMEA, DMAIC, Ducting, Pengendalian KualitasAbstract
PT. Ravana Jaya sebagai perusahaan fabrikasi ducting masih menghadapi tingkat defect yang berdampak pada penurunan kapabilitas proses dan potensi peningkatan biaya kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis defect dominan, mengukur kapabilitas proses menggunakan metode Six Sigma, menentukan prioritas risiko kegagalan melalui FMEA dan Fuzzy FMEA, serta merumuskan strategi perbaikan berbasis risiko. Penelitian dilakukan pada periode Mei–Juni 2025 dengan pendekatan DMAIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect dominan terjadi pada proses welding (61 cacat), diikuti oleh grinding (36 cacat) dan marking (28 cacat). Nilai rata-rata level sigma berturut-turut sebesar 3,15; 3,41; dan 3,52, yang mengindikasikan bahwa proses masih berada pada level 3σ dan belum memenuhi standar 6σ. Analisis FMEA mengidentifikasi kegagalan las tidak merata dan porosity sebagai risiko tertinggi, sedangkan pendekatan Fuzzy FMEA menghasilkan nilai FRPN sebesar 959 pada mode kegagalan yang sama sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Integrasi Six Sigma dan Fuzzy FMEA dalam penelitian ini memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengukur kapabilitas proses sekaligus menentukan prioritas risiko secara lebih diskriminatif dibandingkan dengan FMEA konvensional. Implementasi rekomendasi yang diusulkan berpotensi meningkatkan stabilitas proses, menurunkan defect, dan memperkuat sistem pengendalian kualitas secara berkelanjutan.
References
[1] D. Wahjudi and A. Cahyadi, “Implementasi FMEA untuk Peningkatan Produktifitas di PT. X,” J. Tek. Mesin, vol. 19, no. 2, pp. 45–50, 2022, doi: 10.9744/jtm.19.2.45-50.
[2] Y. S. W. W. S. Hardiansah, “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Failure Modeand Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA)(Studi Kasus: Bengkel Dinamis),” J. Tekst. J. Keilmuan dan Apl. Bid. Tekst. dan Manaj. Ind., vol. 7, no. 1, pp. 27–36, 2024.
[3] A. Suyatno, B. E. Putra, M. F. Yuditama, Y. Ferdiansyah, and Y. Prastyo, “Studi Literatur Review Analisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Fmea,” J. Manag. Innov. Entrep., vol. 2, no. 4, pp. 2455–2465, 2025, doi: 10.70248/jmie.v2i4.2343.
[4] A. Fatoni and F. Yuamita, “Analisis pengendalian kualitas produk menggunakan metode six sigma dan fmea pada perusahaan manufaktur logam 1,” J. Ilm. Res. Student, vol. 3, no. 1, pp. 501–512, 2026, doi: https://doi.org/10.61722/jirs.v3i1.8697.
[5] H. W. Siska Apri Andita1, Siti Rahayu1, “Jurnal KaLIBRASI Penerapan Metode Six Sigma dan FMEA untuk Meningkatkan Kualitas,” Karya Lintas Ilmu Bid. Rekayasa Arsitektur, Sipil, Ind., vol. 8, no. 2, pp. 58–69, 2025.
[6] E. Krisnaningsih, P. Gautama, and M. F. K. Syams, “Menggunakan Metode Fta Dan Fmea,” J. InTent, Vol. 4, No. 1, Januari – Juni 2021, vol. 4, no. 1, pp. 41–54, 2021.
[7] V. Gaspersz, “Pedoman Implementasi Program Six Sigma,” Sustain., vol. 11, no. 1, pp. 1–14, 2022.
[8] N. L. O. Jaya, Ipal rahmat, Nuha Agusyarif Rezka, “Penerapan Metode Six Sigma DMAIC dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis pada Produk Roti Alfitra Bakerry,” J. Ilm. Multidisiplin, vol. 4, no. 1, 2025.
[9] C. A. Rakhmadina and D. Triardianto, “Penerapan Metode FMEA dan 5W1H dalam Analisis Kerusakan dan Perencanaan Kegiatan Perawatan pada Mesin Petik Teh Tipe Double di PT XYZ,” (National Conf. …, 2024, doi: https://doi.org/10.25047/nacia.v2i1.242.
[10] M. Sholihah and R. Hidayat, “Analisis Dan Pengelolaan Risiko Pada Proses Produksi Panel Listrik Menggunakan Pendekatan Failure Mode and Effects Analysis Dan Fault Tree Analysis,” J@ti Undip J. Tek. Ind., vol. 20, no. 2, pp. 155–167, 2025, doi: 10.14710/jati.20.2.155-167.
[11] R. R. Dwi Satya and N. Nurdeni, “Peningkatan Kualitas Produk Normal Noodle Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Dan Fuzzy Fmea,” Fakt. Exacta, vol. 15, no. 2, pp. 151–161, 2022, doi: 10.30998/faktorexacta.v15i2.13429.
[12] A. H. Astyanti, E. Wuryaningtyas Yunitasari, and D. A. Susanti, “Pengendalian Kualitas Produk MenggunakanFault Tree Analysis (Fta), Six Sigma Dan Fuzzy FmeaPada Pt Homeware Internasional Indonesia,” Semin. Nas. Penelit. Mhs. Tek. 2023, pp. 180–194, 2023.
[13] N. Febriyana and S. Hartini, “Penerapan Metode Six Sigma DMAIC dan FUZZY FMEA untuk Perbaikan Kualitas Rokok di PT XYZ (Studi Kasus: SKT PT XYZ),” Ind. Eng. Online J., pp. 1–10, 2023, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/40271
[14] G. A. Pragastio, A. K. Garside, and T. E. Saputro, “Six Sigma Approach with Integration of FMEA-Fuzzy SWARA-Fuzzy WASPAS to Minimize Bottled Water Defects,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 22, no. 1, pp. 113–123, 2023, doi: 10.23917/jiti.v22i1.21370.
[15] P. A. Hapsary, E. Prasetyaningsih, and P. Renosori, “Penerapan Lean Six Sigma untuk Mereduksi Pemborosan pada Departemen Finishing Produksi Karung,” Pros. Tek. Ind., vol. 7, no. 1, pp. 8–16, 2021, doi: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v7i1.25741.
[16] R. fizri Nugraha, Hady Sofyan, and Afif Fawa Idul Fata, “Product Quality Control Using Six-Sigma Method and Failure Mode and Effect Analysis at Core Board Purwakarta Company,” J. Teknol., vol. 14, no. 2, pp. 508–517, 2024, doi: 10.51132/teknologika.v14i2.389.
[17] A. Heparta Sav, “Usulan Perbaikan Untuk Menurunkan Aktivitas Rework Pada Kabinet Upright Piano Pwh Menggunakan Metode Six Sigma Dan Fmea (Failure Mode and Effect Analysis),” J. Sains Student Res., vol. 2, no. 1, pp. 583–590, 2018.
[18] M. Rifaldi and W. Sudarwati, “Penerapan Metode Six Sigma dan FMEA Sebagai Usaha untuk Menggurangi Cacat pada Produk Bracket,” Semin. Nas. Sains dan Teknol. 2024, no. 9, pp. 1–9, 2024.
[19] H. Hazmi, A. Fauzi, and R. N. Sari, “Journal of Artificial Intelligence and Engineering Applications Aplication of Six Sigma & FMEA Methods to Improve The Quality of Laminated Tube Packaging,” J. Artif. Intell. Eng. Appl., vol. 4, no. 2, pp. 2808–4519, 2025, doi: https://doi.org/10.59934/jaiea.v4i2.804.
[20] S. Aisyah, “IMPLEMENTASI FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS ( FMEA ) DAN FUZZY LOGIC SEBAGAI PROGRAM PENGENDALIAN KUALITAS PT Svenska Kugellahar Fabricen ( SKF ) Indonesia adalah salah FMEA adalah metode untuk mengidentifikasi dan menganalisa,” J. Ind. Eng. Manag. Syst., vol. 4, no. 2, pp. 1–14, 2011.
[21] M. A. Muzani and S. Luthfianto, “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi dengan Menggunakan Pendekatan Logika Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” PENDIPA J. Sci. Educ., vol. 9, no. 2, pp. 423–432, 2025, doi: 10.33369/pendipa.9.2.423-432.
[22] A. T. Panudju, I. Mahuda, U. Marfuah, M. Mutmainah, and W. Sudarwati, “The integration of Fuzzy FMEA and AHP methods for optimizing of logistic systems,” J. Ind. Serv., vol. 10, no. 2, p. 200, 2024, doi: 10.62870/jiss.v10i2.27727.
[23] N. R. Armevia and I. Nugraha, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Pakan Ternak pada PT XYZ dengan Metode Six Sigma dan FMEA,” Ind. J. Ilm. Tek. Ind., vol. 9, no. 3, pp. 712–724, 2025, doi: 10.37090/indstrk.v9i3.2148.
[24] R. Kusumawardani and A. A. Widyatmoko, “Enhancing Pharma Manufacturing Efficiency: Integrating Lean Six Sigma and Fuzzy FMEA for Waste Reduction,” Spektrum Ind., vol. 22, no. 2, pp. 179–192, 2024, doi: 10.12928/si.v22i2.199.
[25] Automotive Industry Action Group (AIAG); Verband der Automobilindustrie (VDA), The FMEA handbook : failure mode and effects analysis, 1st Editio. Southfield, MI, USA: Automotive Industry Action Group (AIAG), 2019.
[26] A. B. Rizkyllah and E. Aryanny, “Product Defect Level Analysis Bone Plate with The Six Sigma Method and Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA),” Indones. J. Innov. Stud., vol. 26, no. 4, pp. 1–15, 2025, doi: 10.21070/ijins.v26i4.1477.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firman Maulana, Deny Andesta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













