Analisis Fenomena Duck Syndrome Pada Pegawai Bank Gen Z
(Studi Kasus: pada Bank NTT di Kota Kupang)
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v4i4.1709Keywords:
Floating Duck Syndrome, Generasi Z, Pegawai BankAbstract
Bank NTT sebagai lembaga keuangan daerah milik Nusa Tenggara Timur terus bertransformasi dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan tuntutan pelayanan prima. Di tengah perubahan ini, perhatian terhadap kesehatan mental karyawan muda menjadi sangat penting, terutama terkait fenomena Floating Duck Syndrome. Fenomena ini menggambarkan kondisi di mana seseorang tampak tenang, profesional, dan sukses di luar, sebenarnya sedang berjuang secara emosional dan mental di dalam dirinya layaknya seekor bebek yang tampak mengapung tenang di permukaan air, padahal kakinya terus mengayuh cepat di bawah permukaan. Fenomena ini sangat relevan bagi generasi Z yang kini mendominasi dunia kerja, karena mereka sering menyembunyikan stres dan tekanan demi menjaga citra profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi munculnya Floating Duck Syndrome pada karyawan generasi Z di Bank NTT serta merumuskan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang empatik dan adaptif. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, diharapkan dapat dikembangkan pendekatan yang mendukung kesejahteraan mental dan produktivitas karyawan muda dalam lingkungan kerja yang terus berubah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik, melibatkan wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi pustaka. Penelitian ini melibatkan maksimal 30 informan dari karyawan generasi Z di Bank NTT untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan tantangan mereka terkait Floating Duck Syndrome. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif untuk merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif dan responsif.
References
[1] Akcay, E., & Ohashi, R. (2024). The floating duck syndrome: Biased social learning leads to effort-reward imbalances. Evolutionary Human Sciences, 6. https://doi.org/10.1017/ehs.2024.20
[2] Beaton, C. (2019). Chapter 2: To the Lighthouse and the Oedipal Triangle: Impotence, Erotic Degradation, and the Oedipus Complex from Freudian and Self-Psychological Perspectives. Psychoanalytic Inquiry: A Topical Journal for Mental Health Professionals, Volume 39, 2019, 39. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/07351690.2019.1637667
[3] Bravata, D. M., Watts, S. A., Keefer, A. L., Madhusudhan, D. K., Taylor, K. T., Clark, D. M., Nelson, R. S., Cokley, K. O., & Hagg, H. K. (2020). Prevalence, Predictors, and Treatment of Impostor Syndrome: a Systematic Review. Journal of General Internal Medicine, 35(4), 1252–1275. https://doi.org/10.1007/s11606-019-05364-1
[4] Deighton & Bell. (2017). Research at the University of York St John. European Business Review, 26(3), 206–217.
[5] Godfrey, F. (2024). The Floating Duck Syndrome : The Gap Between Appearance and Reality on Social Media. 1, 48–58.
[6] Hochschild, A. (2011). Emotional life on the market frontier. Annual Review of Sociology, 37, 21–33. https://doi.org/10.1146/annurev-soc-081309-150137
[7] Hochschild, A. R. (1983). The managed heart: The commercialization human of feeling.
[8] Michael Dimock. (2019). Defining generations: Where Millennials end and Generation Z begins. Pew Research Center, 1–7.
[9] Nafisaturrisa, A., Isnaya, ;, & Hidayati, A. (2023). Impostor Syndrome Pada Mahasiswa Peserta Program Kampus Merdeka.
[10] Sekti, D. A., Mahachandra, M., & Handayani, N. U. (2021). Analysis of stressors factors on occupational stress and performance blue collar employees in pharmaceutical manufacturing. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 2009, 2194–2202. https://doi.org/10.46254/sa02.20210697
[11] Sugiyono. (2006). Sampel Dan Polulasi. 90.
[12] Sumarsid ., P. sari. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi retensi staf di kalangan generasi z pada industri perbankan. 15, 13–22.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yessi Susan Intan P Benu, Ronald E. Renoat, Tresna R M Sayuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













