Pengaruh Brand Image Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Promosi Media Sosial Sebagai Variabel Mediasi

(Studi Kasus: Pasar Seni Guwang)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i1.1534

Keywords:

Brand Image, Harga, Promosi Media Sosial, Keputusan Pembelian, Pasar Seni Guwang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan harga terhadap keputusan pembelian dengan promosi media sosial sebagai variabel mediasi pada Pasar Seni Guwang, Gianyar, Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 200 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan: (1) harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=0,476; p<0,05); (2) brand image berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β=-0,234; p<0,05); (3) promosi media sosial tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan brand image maupun harga terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada konteks pasar seni tradisional, persepsi harga yang kompetitif lebih menentukan keputusan pembelian wisatawan dibandingkan brand image, sementara pengalaman langsung lebih berpengaruh daripada promosi digital.

References

[1] A.Kumar andR.Singh, “Brand image in heritage tourism: Antecedents and consequences,” Journal of Heritage Tourism, vol. 19, no. 2, pp. 145–162, 2024.

[2] D.Parasari, S.Kumar, andP.Singh, “Destination brand image and tourist behavioral intention,” Tourism Management Perspectives, vol. 46, pp. 100–115, 2023.

[3] S.Hudson, Y.Wang, andJ.Li, “Social media marketing effectiveness in tourism: A comprehensive analysis,” Journal of Travel Research, vol. 61, no. 4, pp. 785–802, 2022.

[4] A.Wong andB.Lai, “Social media influence on heritage site visitation: An empirical study,” Journal of Travel & Tourism Marketing, vol. 40, no. 3, pp. 215–232, 2023.

[5] I.Ajzen, “The theory of planned behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991.

[6] S.Ahmed andM.Khan, “Behavioral intention in heritage tourism: Applying the theory of planned behavior,” Tourism Management Perspectives, vol. 41, pp. 100–115, 2022.

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2022.

[8] P.Kotler andK. L.Keller, Marketing Management, 15th ed. Harlow, England: Pearson Education, 2016.

[9] A. M.Kaplan andM.Haenlein, “Rulers of the world, unite! The challenges and opportunities of artificial intelligence in tourism,” Business Horizons, vol. 63, no. 1, pp. 37–50, 2020.

[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2018.

[11] J. W.Creswell andJ. D.Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, 2018.

[12] J. F.Hair, W. C.Black, B. J.Babin, andR. E.Anderson, Multivariate data analysis, 7th ed. Pearson Prentice Hall, 2010.

[13] A.Kirmani andA. R.Rao, “No Pain, No Gain: A Critical Review of the Literature on Signaling Unobservable Product Quality,” Journal of Marketing, vol. 64, no. 2, pp. 66–79, 2000, doi: 10.1509/jmkg.64.2.66.18000.

[14] M. R.Lepper, D.Greene, andR. E.Nisbett, “Undermining Children’s Intrinsic Interest with Extrinsic Reward: A Test of the ``Overjustification’’ Hypothesis,” Journal of Personality and Social Psychology, vol. 28, no. 1, pp. 129–137, 1973, doi: 10.1037/h0035519.

Downloads

Published

26-01-2026

How to Cite

[1]
“Pengaruh Brand Image Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Promosi Media Sosial Sebagai Variabel Mediasi: (Studi Kasus: Pasar Seni Guwang)”, JTMIT, vol. 5, no. 1, pp. 373–382, Jan. 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i1.1534.

Similar Articles

1-10 of 83

You may also start an advanced similarity search for this article.