Analisis Hubungan Work Family Conflict (WFC) dengan Tingkat Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Surakarta

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1496

Keywords:

Work family conflict, WFC, Stres kerja, Guru, SLB

Abstract

Work Family Conflict (WFC) merupakan kondisi ketika tuntutan pekerjaan dan keluarga saling bertentangan sehingga mengganggu keseimbangan peran individu. Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki risiko tinggi mengalami WFC dan stres kerja karena beban tugas yang kompleks, tuntutan emosional tinggi, serta kebutuhan pendampingan intensif kepada siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara WFC dengan tingkat stres kerja pada guru SLB di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan cross-sectional dengan populasi 176 guru SLB. Penentuan sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% sehingga menghasilkan 125 guru SLB yang kemudian dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WFCS dan OSI-R, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru SLB mengalami WFC tingkat sedang (75%) dan stres kerja tingkat sedang (70%). Dimensi WFC tertinggi adalah strain-based conflict, sedangkan dimensi stres kerja tertinggi adalah personal resources. Uji Chi-Square menggunakan SPSS version 24 menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara WFC dan stres kerja pada guru SLB. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusi, manajemen beban kerja, serta pelatihan pengelolaan emosi dan coping stress untuk menurunkan stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan guru SLB di Kota Surakarta.

References

[1] M. T. Parlagutan and M. Y. Pratama, “Hubungan Work Family Conflict dengan Stres Kerja Pada Perawat Wanita di Rumah Sakit Putri Hijau Medan,” J. Ris. Hesti Medan, vol. 1, no. 1, pp. 10–15, 2022.

[2] R. Rachmaningrum and L. Makmuriana, “Pengaruh Konflik Peran Ganda (Family Work Conflict) Terhadap Stres Kerja Perawat Wanita di RSUD Dr. Soedarso Pontianak,” J. Keperawatan dan Kesehat., vol. 9, no. 2, pp. 33–44, 2018, [Online]. Available: https://doi.org/10.54630/jk2.v9i2.91

[3] N. . Puteri, H. Anwar, and Irdianti, “Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Penyesuaian Diri Terhadap Stres Kerja pada Ibu yang Bekerja,” J. Psikol. Malahayati, vol. 6, no. 2, pp. 277–287, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.33024/jpm.v6i2.12100

[4] I. Fatoni, “The Influence Of Social Support on Work Family Conflict in Female Teachers in SLB Banjarmasin,” JKPP (Jurnal Kaji. Pendidik. dan Psikologi), vol. 1, no. 2, pp. 48–54, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.61397/jkpp.v1i2.22

[5] L. Wang, T. Qiao, X. Wang, C. Wang, and P. Ye, “The Impact of Work-Family Conflict on Early Childood Teachers’ Occupational Well-Being: The Chain Mediating Role of Psychological Empowerment and Job Crafting,” Front. Public Heal. J., vol. 12, no. 4, pp. 1–13, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1513514

[6] M. A. Ranjani, W. Parimita, and Sholikhah, “Pengaruh Work Family Conflict dan Kepuasan Kerja Terhadap Intention to Quit pada Gutu SMP Al-Azhar Bumi Serpong Damai,” J. Masharif al-Syariah J. Ekon. dan Perbank. Syariah, vol. 10, no. 2, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.30651/jms.v10i2.26323

[7] T. J. Priyanka, M. A. Mily, and M. Asadujjaman, “Impacts of work-family role conflict on job and life satisfaction: a comparative study among doctors, engineers and university teachers,” PSU Res. Rev., vol. 8, no. 1, pp. 248–271, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.1108/PRR-10-2021-0058

[8] S. B. Pasaribu, A. S. Hasibuan, D. A. Pratiwi, and Salianto, “Dampak Stress Kerja dan Cara Mengatasinya Terhadap Kinerja Karyawan,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 7, no. 3, pp. 8112–8117, 2024, [Online]. Available: http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp

[9] D. R. Sari, K. A. Akbar, and I. Nafikadini, “Perbedaan Beban Kerja Mental dan Stres Kerja Guru SDN dengan Guru SLBN,” J. Ind. Hyg. Occup. Heal., vol. 5, no. 2, pp. 83–98, 2021, [Online]. Available: https://doi.org/10.21111/jihoh.v5i2.5181

[10] R. Cahyani, Raspiyahni, M. Ardila, and Salianto, “Analisis Stres Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar : Literatur Review,” J. Ris. Kesehat. Mod., vol. 6, no. 3, pp. 60–69, 2024.

[11] L. Hakim and E. Sugiyanto, “Manajemen Stres Kerja Pengusaha untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan di Industri Batik Laweyan Surakarta,” BENEFIT J. Manaj. dan Bisnis, vol. 2, no. 1, pp. 45–61, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.23917/benefit.v2i1.3198

[12] Y. M. Lede, A. Setyobudi, C. R. Nayoan, and L. P. Ruliati, “Hubungan antara Peran Individu, Iklim Organisasi, dan Tuntutan Pekerjaan dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kota Kupang,” SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehat. Masyarakat), vol. 4, no. 3, pp. 436–446, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v4i3.4661

[13] Z. Nursucianti and R. Supradewi, “Hubungan Antara Stres Kerja dengan Penyesuaian Diri pada Guru SLB di Lingkungan Kerjanya,” J. Proyeksi, vol. 9, no. 2, pp. 75–90, 2019.

[14] A. Hudha, M. Efendi, and T. Iriyanto, “Penatalaksanaan Stress Akibat Kerja Guru Pendidikan Khusus pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif,” J. Sekol. Dasar, vol. 24, no. 1, pp. 34–44, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.17977/um009v24i12015p34-44

[15] F. Pratiwi, “Pengaruh Konflik Peran ganda (Work Family Conflict) dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Wanita pada Bank BCA Syariah di Jakarta,” 2014.

[16] A. Maisarah, “Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Paru Dr. Moehammad Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor,” 2021.

[17] A. Rozana and H. Purnama, “Work-Family Conflict Pada Pekerja Wanita Era Modern,” J. Imiah Psikol., vol. 10, no. 1, pp. 128–139, 2022, [Online]. Available: http://doi.org/10.30872/psikoborneo

[18] A. Cahyadi, “Gambaran Work Family Conflict pada Karyawan dengan Pasangan yang Bekerja,” Wacana Psikokultural J. Ilm. Psikol., vol. 1, no. 1, pp. 1–11, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.24246/jwp.v1i01.10035

[19] Z. Canu, “The Relationship Between Family-Work Conflict and Work-Family Conflict Among Special Education Teachers,” J. MULTIDISIPLIN MADANI, vol. 3, no. 4, pp. 811–816, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.55927/mudima.v3i4.2648

[20] Fikriansyah and Z. Fikry, “Hubungan Beban Kerja dan Work Family Conflict pada Guru SLB Wanita di Kota Padang,” Edusociata J. Pendidik. Sosiol., vol. 7, no. 1, pp. 856–861, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.33627/es.v7i1.2310

[21] G. A. Wiragita and D. H. Tobing, “Stressor dan Coping Stress Guru yang Dimutasi dari Sekolah Reguler ke Sekolah Luar Biasa (SLB),” J. Psikol. Udayana, vol. 5, no. 2, pp. 440–449, 2018, [Online]. Available: https://doi.org/10.24843/JPU.2018.v05.i02.p14

[22] A. D. Pramesti and R. F. Ahsani, “Pengaruh Work Family Conflict, Beban Kerja, dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Guru Wanita SMA Muhammadiyah 1 Sragen,” J. Penelit. Ekon. Manaj. dan Bisnis, vol. 3, no. 3, pp. 310–327, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.55606/jekombis.v3i3.4080

[23] F. L. Issom and Fachrurozzy, “Pengaruh Stres Guru Terhadap Kesejahteraan Guru pada Guru yang Mengajar di Sekolah Dasar Inklusi,” J. Penelit. dan Pengukuran Psikol., vol. 11, no. 2, pp. 76–83, 2022, [Online]. Available: http://doi.org/10.21009/JPPP.112.03

[24] I. I. Hapsari and Mardiana, “Empati dan Motivasi Kerja Guru Sekolah Luar Biasa,” J. Penelit. dan Pengukuran Psikolog, vol. 5, no. 1, pp. 48–57, 2016.

[25] A. Kurnia and D. Yoselisa, “Manajemen Coping Stress Guru Sekolah Luar Biasa dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus,” Batanang J. Psikol., vol. 2, no. 1, pp. 40–53, 2023, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.31958/jps.v2i1.9454

[26] R. Murnita and P. Fitriasari, “Pengaruh Tekanan Peran dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Jasa Penilai,” J. Akunt. Manaj. Madani, vol. 9, no. 2, pp. 60–68, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.51882/jamm.v9i2.79

[27] A. Aprilianingsih and A. Frianto, “Pengaruh Job Demands dan Job Resource Terhadap Work Engagement pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi,” J. Ilmu Manaj., vol. 10, no. 1, pp. 173--185, 2AD.

[28] E. S. Budayati, “Pentingnya Kebugaran Jasmani bagi Guru Profesional,” J. Med., vol. 5, no. 2, pp. 141–151, 2019.

[29] T. P. Arbiansyah, S. Novrianto, and E. Z. Mukminin, “Faktor yang Berperan Terhadap Kinerja Guru SLB Swasta,” J. Psikol. Malahayati, vol. 6, no. 1, pp. 25–37, 2024, [Online]. Available: https://http//ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PSIKOLOGI/index

Downloads

Published

01-04-2026

How to Cite

[1]
“Analisis Hubungan Work Family Conflict (WFC) dengan Tingkat Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Surakarta”, JTMIT, vol. 5, no. 2, pp. 708–716, Apr. 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i2.1496.

Similar Articles

11-20 of 178

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)