Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) pada Pekerja Produksi
(Studi Kasus: CV. Samaraya)
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1865Keywords:
Musculoskeletal Disorders (MSDs), Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assessment (RULA), ergonomi, postur kerjaAbstract
Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja industri akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas repetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan musculoskeletal menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), menganalisis tingkat risiko postur kerja menggunakan metode RULA, serta memberikan usulan perbaikan postur kerja pada pekerja produksi CV. Samaraya. Meskipun penelitian tentang MSDs di industri manufaktur telah berkembang, kajian yang secara khusus mengombinasikan pendekatan kuantitatif (RULA) dan subjektif (NBM) pada industri konveksi skala menengah masih sangat terbatas. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut, dengan kontribusi berupa evaluasi risiko MSDs secara komprehensif menggunakan kedua metode sekaligus. Hasil pengukuran NBM menunjukkan adanya keluhan dominan pada bagian punggung, pinggang, bahu, dan pergelangan tangan. Hasil analisis RULA sebelum perbaikan menunjukkan skor 5–6 pada aktivitas pemotongan, penjahitan, dan quality control, yang termasuk dalam kategori risiko sedang hingga tinggi, sehingga memerlukan investigasi, perencanaan intervensi ergonomi, dan perbaikan segera. Setelah dilakukan perbaikan postur kerja dan penyesuaian tinggi meja kerja, skor RULA menurun menjadi 4 pada seluruh aktivitas, yang menunjukkan adanya penurunan tingkat risiko ergonomi. Meskipun terjadi penurunan risiko, kondisi kerja masih memerlukan evaluasi lanjutan. Keterbatasan penelitian ini mencakup ukuran sampel yang terbatas, observasi di satu lokasi, dan faktor subjektif pada kuesioner NBM. Perbaikan ergonomi secara berkelanjutan serta evaluasi jangka panjang sangat direkomendasikan guna menurunkan risiko MSDs lebih lanjut.
References
[1] S. Rahmah and C. Kharin Herbawani, “Faktor Resiko Penyebab Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja,” J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 1–14, 2022.
[2] B. Aprianto, A. F. Hidayatulloh, F. N. Zuchri, I. Seviana, and R. Amalia, “FAKTOR RISIKO PENYEBAB MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA: A SYSTEMATIC REVIEW,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 2, no. 2, pp. 16–25, 2021, doi: 10.31004/jkt.v2i2.1767.
[3] C. T. D. Anggraini, D. Herwanto, and E. R. Nugroho, “Analisis Postur Kerja Karyawan Menggunakan Metode RULA,” J. Sains, Teknol. dan Ind., vol. 20, no. 1, pp. 147–155, 2022.
[4] Achmad Isya Nyoman, Abdul Hakim Zakkiy Fasya, British Shimahero, and Reza Maulana Nur Hidayat, “Gambaran Resiko Ergonomi Menggunakan Metode (NBM) pada Karyawan Kantor PT.PLN (Persero) Surabaya Selatan,” Sehat Rakyat J. Kesehat. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 203–211, 2023, doi: 10.54259/sehatrakyat.v2i2.1655.
[5] Ahmad Afandy and Asep Endih Nurhidayat, “Pengukuran risiko musculoskeletal disorders pada kegiatan manual material handling menggunakan metode SOFI dan OWAS di PT. XYZ,” JENIUS J. Terap. Tek. Ind., vol. 3, no. 2, pp. 90–102, 2022, doi: 10.37373/jenius.v3i2.306.
[6] M. Asrul fole, “JIEI : Journal of Industrial Engineering Innovation JIEI : Journal of Industrial Engineering Innovation,” JIEI J. Ind. Eng. Innov., vol. 01, no. 01, pp. 10–17, 2023.
[7] M. Rosyidi, A. P. Sutarto, and N. Izzah, “Addressing Ergonomics in Paddy Milling: Insights from RULA, Nordic Body Map, and Anthropometry,” Qomaruna, vol. 1, no. 1, pp. 1–14, 2023, doi: 10.62048/qjms.v1i1.4.
[8] P. E. Ariyantono, “Analisa Faktor Ergonomi dengan Metode Nordic Body Map untuk Pekerja,” J. Ilmu Kesehat., vol. 3, no. 1, pp. 31–36, 2021, [Online]. Available: https://arteri.sinergis.org/arteri/article/view/207/88
[9] S. F. Zahra and H. Prastawa, “Analisis keluhan muskuloskeletal menggunakan metode Nordic Body Map (Studi kasus: Pekerja area muat PT Charoen Pokphand Indonesia Semarang),” ndustrial Eng. Online J., vol. 12, no. 2, pp. 1–10, 2023.
[10] B. B. Kundimang et al., “Identifikasi Risiko Ergonomi dengan Metode Nordic Body Map Terhadap Nelayan di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe,” vol. 4, no. 2, pp. 47–51, 2025.
[11] S. G. Wisnuwardana, “Analisis Keluhan Musculosceletal Disorder Dengan Metode Nordic Body Map Pada Pt. Aimfood Manufacturing Indonesia,” Ind. Eng. Online J., vol. 11, no. 4, pp. 1–4, 2022.
[12] W. D. Nurhidayat, “Analisis Risiko Ergonomis Menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Nordic Body Map (NBM) pada Kelompok Kerja Painting Frame Gp (Studi Kasus: Pt. Yamaha Indonesia),” pp. 1–60, 2024.
[13] N. Nelfiyanti, D. Almanda, H. Ahyadi, M. Itsbat Robbani, and A. Setiawan, “Penerapan Metode REBA dan RULA dalam Mengetahui Kategori Resiko MSD Pekerja Pengukuran Mebel,” Pros. Semin. Nas. PenelitianLPPM UMJ, pp. 1–9, 2023, [Online]. Available: http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit%0Ahttps://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit/article/view/19787#
[14] M. Metode et al., “Perancangan Meja Kerja pada Proses Produksi Valve di PT VM,” 2026.
[15] R. Siregar, A. Putri, and L. Handayani, “Hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja industri manufaktur,” J. Kesehat. Kerja Indones., vol. 11, no. 2, p. 8592, 2022.
[16] Nanta Sigit and Hermanus Alfonsus Ngara, “Pendekatan Metode Nordic Body Map Dalam Identifikasi Risiko Ergonomi (Studi: Kasus Perawat Poli Rs X),” J. Ekon. Bisnis dan Kewirausahaan, vol. 3, no. 1, pp. 26–36, 2025, doi: 10.69714/8b976d43.
[17] P. D. Cahyanti and M. Imron Rosyidi, “Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review ),” Borobudur Eng. Rev., vol. 2, no. 2, pp. 74–86, 2023, doi: 10.31603/benr.6295.
[18] U. N. Harahap, Y. M. Hasibuan, and F. G. Arjuna, “Analisis Postur Kerja Analis Laboratorium dengan Metode RULA untuk Mengurangi Risiko MSDs,” IRA J. Tek. Mesin dan Apl., vol. 4, no. 3, pp. 55–67, 2025, doi: 10.56862/irajtma.v4i3.312.
[19] A. Winoto and N. Marikena, “Evaluasi Postur Kerja Operator Mesin Menggunakan Metode RULA pada CV. Adi Jaya Teknik,” J. JTTI (Jurnal Tek. Dan Ind., vol. 1, no. 1, pp. 1–13, 2023.
[20] Y. Mauluddin, D. Rahmawati, and I. Faturachman, “Perancangan Alat Bantu Ergonomis Pada Proses Produksi Agar-Agar,” J. Kalibr., vol. 21, no. 2, pp. 143–154, 2023, doi: 10.33364/kalibrasi/v.21-2.1394.
[21] C. Nisa Fanegi, “Risiko Ergonomi pada Postur Tubuh Operator Produksi Pengemasan Aluminium Sulfat Padat,” J. Penelit. Kesehat. Suara Forikes, vol. 16, no. 1, pp. 132–138, 2025, [Online]. Available: http://forikes-ejournal.com/index.php/SF
[22] S. Kasus and C. V Sumber, “Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Reba Dan Rula Untuk Mengurangi Risiko Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Bengkel Bubut,” vol. 4, no. 4, pp. 2069–2075, 2025.
[23] L. B. Perubahan, T. Belakang, F. A. Davis, S. Cobb, V. T. Xii, and S. Disease, “BAB I PENDAHULUAN,” 2022.
[24] R. Hitman, H. K. Hengky, F. Umar, and Haniarti, “2942-14428-1-Pb,” J. Sulolipu Media Komun. Sivitas Akad. dan Masy., vol. 1, no. 1, pp. 127–138, 2023.
[25] Taqwanur and Mega Bilqis Suryawantiningtyas, “G-Tech : Jurnal Teknologi Terapan,” G-Tech J. Teknol. Terap., vol. 6, no. 2, pp. 295–305, 2022.
[26] M. A. Basit and E. Ismiyah, “G-Tech : Jurnal Teknologi Terapan,” vol. 9, no. 2, pp. 882–890, 2025.
[27] G. A. Nasser, M. A. Utomo, and W. Trijayanthi, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) pada Petani Tebu di Indonesia: Tinjauan Pustaka,” Med. Prof. J. Lampung, vol. 15, no. 3, pp. 593–598, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Aldy Ghifari, Elly Ismiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













