Fleksibilitas Penghuni dalam Beradaptasi terhadap Ruang Hunian Terbatas di Kampung Pringgolayan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1812

Keywords:

Adaptasi Hunian, Strategi Kombinasi, Permukiman Perkotaan, Pringgolayan

Abstract

Permukiman sebagai ruang hidup manusia senantiasa mengalami penyesuaian terhadap keterbatasan fisik dan perubahan lingkungan. Kampung Pringgolayan Eks HP 10 (menggunakan bekas hak pakai nomor 10) yang semula merupakan kawasan kumuh telah ditata melalui program perbaikan infrastruktur, namun keterbatasan lahan hunian berukuran rata-rata 20 m² dengan dua lantai mendorong penghuni melakukan strategi adaptasi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi adaptasi yang diterapkan penghuni serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika ruang hunian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap penghuni untuk menggali perubahan fisik bangunan, fungsi ruang, dan aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan dalam bentuk adaptation by reaction berupa perubahan fisik bangunan dan penambahan elemen, adaptation by adjustment berupa penyesuaian fungsi ruang, serta adaptation by withdrawl berupa perpindahan ruang atau aktivitas ke tempat lain. Dari 12-unit rumah yang diamati, bentuk strategi adaptasi yang paling dominan pada hunian adalah by reaction + by adjustment, yang menunjukkan upaya aktif penghuni dalam menyesuaikan diri terhadap keterbatasan lahan melalui perubahan fisik dan penataan fungsi ruang. Pola ini mencerminkan fleksibilitas tinggi serta kreativitas penghuni dalam mengoptimalkan ruang, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan perumahan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan dan perilaku adaptif masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan lahan mendorong penghuni untuk mengembangkan strategi adaptasi fleksibel dan multifungsi, yang tidak hanya memperlihatkan dinamika interaksi antara ruang dan aktivitas, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi perencanaan perumahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan penghuni.

References

[1] Aguswin, “Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi,” Jurnal Ikraith-Teknologi, vol. 5, no. 3, pp. 48–57, 2021.

[2] Anisa, Ashadi, F. Lissimia, and R. F. Bimatukmaru, “Identifikasi Adaptasi Spasial Pada Hunian Vernakular Kasus Studi: Rumah-rumah di Kota Lama Kudus,” Jurnal Arsitektur Nalars, vol. 22, no. 2, pp. 153–160, 2023.

[3] V. R. Ayudya and A. Rofi, “Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara,” Jurnal Bumi Indonesia, vol. 6, no. 1, 2017.

[4] H. Arfira and A. Sarwadi, “Strategi Adaptasi Keruangan untuk Fungsi Dapur pada Rumah KPR Bersubsidi Tipe-36,” Sinektika: Jurnal Arsitektur, vol. 20, no. 2, pp. 192–203, 2023, doi: 10.23917/sinektika.v20i2.22615.

[5] J. W. Berry, “Human Environmental and Behavior Advances In Theory and Research,” pp. 83–106, Springer, 1980.

[6] D. A. S. Hidayati and J. Adianto, “Strategi Pemulihan Kondisi Pasca Bencana Oleh Penghuni Melalui Penyesuaian Rumah Pada Huntap Risha Cianjur,” Jurnal Pemukiman, vol. 20, no. 1, pp. 32–42, 2025.

[7] F. A. Ikhsan, A. Dianingrum, K. N. Handayani, P. A. Sari, M. Muqoffa, and T. S. Pitana, “Adaptasi Ruang Berdasarkan Perilaku Penghuni Sub Komunal Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), Semanggi, Surakarta,” Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, vol. 19, no. 2, pp. 317–326, 2021. [Online]. Available: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/view/55476/33307

[8] W. Z. D. Lathifah, “Strategi Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Kota Pekanbaru,” Journal of Comprehensive Science, vol. 3, no. 11, pp. 4950–4968, 2024, doi: 10.59188/jcs.v3i11.2709.

[9] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2018 Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, 2018.

[10] S. Rosalina, Heriziana, and H. Rawalilah, “Penyuluhan Tentang Rumah Sehat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kelurahan 26 Ilir Palembang Tahun 2023,” SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 3, no. 3, pp. 207–220, 2023, doi: 10.56910/safari.v3i3.854.

[11] S. R. Sari, F. Muhammad, M. F. Hilmy, D. Indrosaptono, “Desain Hunian Adaptif Perubahan Iklim di Pesisir Kota Pekalongan,” Jurnal Permukiman, vol. 20, no. 1, pp. 22–31, 2025, doi: 10.31815/jp.2025.20.22-31.

[12] Universitas Sebelas Maret, Kampung Kota Surakarta Digambar Ulang Dari Dokumen Penelitian Prodi Arsitektur UNS (2023). Surakarta, Indonesia: Universitas Sebelas Maret, 2023.

Downloads

Published

21-05-2026

How to Cite

[1]
“Fleksibilitas Penghuni dalam Beradaptasi terhadap Ruang Hunian Terbatas di Kampung Pringgolayan”, JTMIT, vol. 5, no. 2, pp. 1007–1018, May 2026, doi: 10.55826/jtmit.v5i2.1812.

Similar Articles

61-70 of 92

You may also start an advanced similarity search for this article.