Analisis Kegunaan dan Perawatan Liferaft
(Studi Kasus: MV. Pacific Bulk)
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i2.1788Keywords:
Abandon Ship Drill, Hydrostatic Release Unit, Liferaft Maintenance, Maritime Safety, SOLAS ComplianceAbstract
Keselamatan maritim sangat penting di tengah kecelakaan laut tinggi di Indonesia (342 korban jiwa pada 2021), dengan liferaft sebagai rakit penyelamat inflatable wajib berdasarkan SOLAS Chapter III untuk evakuasi kapal saat kebakaran, tenggelam, atau bencana, dilengkapi survival pack untuk bertahan 30 hari. Penelitian ini menganalisis kegunaan dan perawatan liferaft di MV Pacific Bulk. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama 12 bulan, dan tinjauan dokumen. Populasi mencakup 20 awak kapal dari departemen deck dan engine; sampel purposive adalah Mualim III (safety officer). Instrumen terdiri dari pedoman wawancara semi-struktural (18 pertanyaan), checklist observasi, dan lembar dokumentasi logbook/sertifikat. Analisis data mengikuti model interaktif Miles et al.: reduksi, display, dan verifikasi melalui triangulasi. Hasil menunjukkan penempatan liferaft strategis untuk akses <2 menit, HRU fungsional rilis otomatis pada kedalaman 1,5-4 m, survival pack SOLAS A lengkap, perawatan berjenjang (harian-mingguan-bulanan-tahunan oleh kru dan CV Borneo Samudra Jaya), serta drill meningkatkan keterampilan kru. Kesimpulannya, liferaft MV Pacific Bulk memenuhi LSA Code, meminimalkan risiko kegagalan lewat pemeliharaan sistematis, meski terbatas sampel tunggal dan pendekatan kualitatif.
References
[1] I. P. Mulyatno, H. Yudo, S. A. Prasanti, and W. Amiruddin, "Analysis of Inflatable Liferaft Layout Effectiveness Towards The Evacuation Process for Passenger Ships Based on IMO MSC.1/Circ. 1533," TransNav, vol. 16, no. 4, pp. 625-631, 2022, doi: 10.12716/1001.16.04.03.
[2] Yafaeli Hulu, Dirhamsyah Dirhamsyah, and Eka Fransiska, "Pemeliharaan Alat Keselamatan Kapal Rakit Penolong pada Kapal TB. Sea Win I oleh PT. Putra Samudera Inti Batam," JUPRIT, vol. 4, no. 3, pp. 36-45, Aug. 2025, doi: 10.55606/juprit.v4i3.5555.
[3] A. A. Alfisar, F. M. Pongoh, P. D. Darmawan, and D. Anwar, "Perawatan Alat Keselamatan Liferaft Tug Boat Di PT. Kartika Samudra Adijaya Site Berau".
[4] A. A. Mashartanto, F. Roselia, and A. D. Kristian, "Analisis Sistem Perawatan Safety Equipment Terhadap Keselamatan Crew Kapal Mt. Gas Natuna," AQ, vol. 17, no. 1, p. 78, Jan. 2023, doi: 10.35931/aq.v17i1.1785.
[5]Wanta Putra, R. (2022). Perawatan alat-alat keselamatan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di atas kapal [Skripsi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang]. Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. http://repository.pip-semarang.ac.id/3830/
[6]Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
[7]Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mix method (Edisi kedua). Rajawali Pers.
[8]Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/qualitative- inquiry-and-research-design/book266033
[9]Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2021). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data- analysis/book255241
[10]Emzir. (2022). Metode penelitian kualitatif: Analisis data etnografi dan grounded theory (Edisi terbaru). Rajawali Pers.
[11] IMO, "International Life-Saving Appliance (LSA) Code," London: International Maritime Organization, 2017.
[12] A. B. Susanto and D. Yulianto, "Evaluasi Kinerja Hydrostatic Release Unit pada Kapal Niaga," Jurnal Keselamatan Maritim, vol. 5, no. 2, pp. 45-52, 2021.
[13] IMO, "International Safety Management (ISM) Code," London: International Maritime Organization, 2018.
[14] IMO, "SOLAS Consolidated Edition," London: International Maritime Organization, 2020.
[15] R. Pratama and H. Setiawan, "Implementasi ISM Code dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di Atas Kapal," Jurnal Maritim Nusantara, vol. 8, no. 1, pp. 12-19, 2023.
[16] IMO, "Resolution A.760(18): Symbols Related to Life-Saving Appliances and Arrangements," London: International Maritime Organization, 1993.
[17] B. Haryanto, "Pentingnya Pelaksanaan Abandon Ship Drill Terhadap Kesiapan Awak Kapal," Jurnal Ilmu Pelayaran, vol. 12, no. 3, pp. 110-118, 2022.
[18] S. Wibowo, "Prosedur Perawatan Alat Keselamatan Kapal (Liferaft & Lifeboat)," Jakarta: Pustaka Maritim, 2021.
[19] D. K. Wijaya, "Analisis Kepatuhan Kapal terhadap LSA Code di Pelabuhan Tanjung Perak," Majalah Ilmiah Bahari, vol. 14, no. 2, pp. 67-75, 2024.
[20] Kemenhub RI, "Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 20 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Pelayaran," Jakarta: Kementerian Perhubungan, 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anak Agung Bagus Deva Sastrawiguna, I'ie Suwondo, Trisnowati Rahayu, Firdaus Sitepu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













