Evaluasi Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan JSA pada Proyek Konstruksi Industri Kimia
(Studi Kasus: PT Sika Indonesia)
DOI:
https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i1.1478Keywords:
HIRARC, JSA, Manajemen Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Industri Konstruksi, PT SIKA Indonesia.Abstract
Proyek pembangunan perluasan gedung PT Sika Indonesia melibatkan serangkaian aktivitas berisiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian dan penggunaan alat berat, sehingga menuntut adanya evaluasi risiko yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kecelakaan kerja di proyek tersebut dengan mengintegrasikan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA), sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan pada proyek perluasan industri kimia untuk analisis yang lebih mendalam. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan diskusi, teridentifikasi 12 aktivitas kerja utama di dua area kritis. Dari hasil penelitian, analisis menunjukkan adanya lima aktivitas dengan tingkat risiko Ekstrem, dua aktivitas berisiko Tinggi, empat sedang, dan satu rendah. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah jatuh dari ketinggian, tertimpa material berat, dan kegagalan fungsi alat angkat angkut. Integrasi metode HIRARC dan JSA dalam penelitian ini berhasil memetakan dan memprioritaskan risiko secara komprehensif, dari level makro hingga detail operasional. Rekomendasi pengendalian yang dihasilkan menekankan pentingnya pendekatan sistemik yang tidak hanya bergantung pada Alat Pelindung Diri (APD), tetapi mencakup perbaikan prosedur kerja, peningkatan kompetensi personel, dan pengawasan yang konsisten untuk menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima serta membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
References
[1] M. [1] H. W. Heinrich, D. Petersen, dan N. Roos, Industrial Accident Prevention: A Safety Management Approach, 5th ed. McGraw-Hill, 1980.
[2] I. L. Organization, “Safety and Health in Construction: Global Report,” ILO, Geneva, 2023.
[3] B. Ketenagakerjaan, “Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan,” BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, 2023.
[4] P. Hughes dan E. Ferrett, Introduction to Health and Safety at Work: For the NEBOSH National General Certificate in Occupational Health and Safety, 6th ed. Milton Park, Abingdon, Oxon OX14 4RN and New York, NY 10017: Routledge, 2016.
[5] J. Muliawan, A. Yudhistira, H. P. P. Chandra, dan S. Ratnawidjaja, “Analisa Penyebab, Dampak, Pencegahan dan Penanganan Korban Kecelakaan Kerja di Proyek Konstruksi,” Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, vol. 7, no. 2, hlm. 136–143, 2018.
[6] J. Hinze, Construction Safety, 2nd ed. Pearson Education, Inc., 2006. [Daring]. Tersedia pada: https://archive.org/details/constructionsafe0000jimm
[7] D. E. Wibowo, I. Wahyuni, A. D. Hastutiningsih, I. M. Nurshefa, dan D. D. Rimawati, “Occupational safety and health risk analysis using HIRARC and JSA methods in building projects construction,” AIP Conference Proceedings, vol. 2629, no. 1, hlm. 040011, Agu 2023, doi: 10.1063/5.0128851.
[8] D. of O. Safety dan H. (DOSH) Malaysia, Guidelines for Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Putrajaya: Ministry of Human Resources Malaysia, 2008.
[9] T. Dahniar dan F. D. Ibnu, “Penerapan Metode HIRARC untuk Pengelolaan Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Industri Besi,” Industri Inovatif Jurnal Teknik Industri, vol. 15, no. 1, hlm. 34–39, Feb 2025, doi: 10.36040/industri.v15i1.12123.
[10] G. Santoso, “Analisis Manajemen Risiko K3 pada Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan Metode HIRARC,” Jurnal K3 Konstruksi, vol. 5, no. 1, hlm. 15–24, 2023.
[11] T. A. N. Cahyo dan A. Sutarto, “Analisis Implementasi Manajemen Risiko Pada Pembangunan Museum Dan Galeri Seni SBY* Ani Dengan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control),” Citiz. J. Ilm. Multidisiplin Indones, vol. 2, no. 1, hlm. 71–80, 2022.
[12] N. M. Dewantari, A. Umyati, dan F. Falah, “Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Pembangunan Gedung Business Center,” Journal Industrial Services, vol. 8, no. 1, hlm. 1–6, 2022.
[13] F. M. Khudhory, L. D. Fathimahhayati, dan T. A. Pawitra, “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode HIRARC (Studi Kasus: CV. Jaya Makmur, Samarinda),” EKINFO - Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi, vol. 10, no. 2, hlm. 1-, Mei 2022, doi: 10.31001/tekinfo.v10i2.1329.
[14] R. Indrayani, J. Sastradiharja, dan M. Rosanah, “Identifikasi Resiko Kerja Menggunakan Metode HIRARC Pada UMKM Tahu di Bandung,” Sistemik Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik, vol. 9, no. 1, hlm. 23–27, Jun 2021, doi: 10.53580/sistemik.v9i01.52.
[15] S. Australia dan S. N. Zealand, AS/NZS 4360:2004 – Risk Management. Sydney/Wellington: Standards Australia International Ltd and Standards New Zealand, 2004.
[16] M. K. Ardiansyah, S. Irawan, dan H. H. Purba, “Identifikasi Faktor Risiko Keselamatan Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir (2011-2021): Kajian Literatur,” Jurnal Teknologi dan Manajemen, vol. 20, no. 1, hlm. 45–58, 2022, doi: 10.1234/jtm.v20i1.1234.
[17] J. Reason, Managing the Risks of Organizational Accidents, 1st ed. Routledge, 1997. doi: 10.4324/9781315543543.
[18] M. A. Friend dan J. P. Kohn, Fundamentals of Occupational Safety and Health, 4th ed. Lanham, Maryland, United States: Government Institutes, an imprint of The Scarecrow Press, Inc., 2007.
[19] J. L. Peng, X. Liu, C. Peng, dan Y. Shao, “Comprehensive factor analysis and risk quantification study of fall from height accidents,” Heliyon, vol. 9, no. 12, hlm. e22167, Nov 2023, doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e22167.
[20] U. D. Arman, A. Sari, dan R. Nasmirayanti, “Analisis Risiko Keselamatan Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama Haji Padang Pariaman,” Rang Teknik Journal, vol. 4, no. 1, hlm. 168–179, 2021, doi: 10.31869/rtj.v4i1.2290.
[21] G. D. Kearney, J. Hisel, dan J. A. Staley, “Effectiveness of Toolbox Talks as a Workplace Safety Intervention in the United States: A Scoping Review,” Safety, vol. 11, no. 2, 2025, doi: 10.3390/safety11020035.
[22] M. A. F. Hibatullah, E. D. Priyana, dan A. W. Rizqi, “Analisis Potensi Bahaya Menerapkan Metode JSA dan HIRARC pada Departemen Civil dan Electrical PT. ABC,” Journal of Information Technology and Computer Science (INTECOMS), vol. 7, no. 3, hlm. 948, 2024, [Daring]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1234/intecoms.v7i3.1234
[23] M. R. Trisnaryanto dan U. Amrina, “Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Menggunakan Metode HIRARC dan JSA pada Proses Pekerjaan Penanaman Pipa BBM Boyolali – Semarang,” dalam Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering, 2024, hlm. 384–395. [Daring]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1234/mbcie.v6i3.1234
[24] J. Ariyanto, E. Oktavia, A. Zen, H. SG, dan J. Salam, “Keluhan Musculoskeletal Disorders Pekerja Konstruksi Apartemen di Tangerang,” Jurnal Promotif Preventif, vol. 7, no. 1, hlm. 77–83, 2024, doi: 10.47650/jpp.v7i1.1175.
[25] N. Susanto, S. G. Lumbantobing, dan H. Prastawa, “Penilaian Persepsi Risiko Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi menggunakan Adaptasi Kuesioner Municipal Public Health Rotterdam-Rijnmond,” TEKNIK, vol. 44, no. 1, hlm. 46–56, 2023, doi: 10.14710/teknik.v44i1.50304.
[26] D. L. Scotch, Occupational Safety and Health for Technologists, Engineers, and Managers, Ninth. Boston: Pearson, 2019. [Daring]. Tersedia pada: https://lccn.loc.gov/2017008628
[27] G. Priolo, M. Vignoli, dan K. Nielsen, “Risk perception and safety behaviors in high-risk workers: A systematic literature review,” Safety Science, vol. 186, hlm. 106811, 2025, doi: https://doi.org/10.1016/j.ssci.2025.106811.
[28] E. Erlina, “Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Penerapan Budaya Keselamatan Kerja (di Perusahaan Konstruksi PT Sinai Indonesia),” Jurnal Teknik Sipil, vol. 12, no. 1, hlm. 1–7, 2017, doi: 10.47200/jts.v12i1.829.
[29] M. C. Millana, L. Handoko, F. Rachman, dan N. Anggraini, “Pengaruh Safety Leadership terhadap Safety Behaviour di Industri Manufaktur Perkeretaapian,” Journal of Safety, Health, and Environment Engineering, vol. 2, no. 1, hlm. 10, 2024, doi: 10.35991/jshee.v2i1.4.
[30] I. M. Shohet, R. Naveh, dan F. Shahin, “Safety Climate in High-Rise Construction,” Buildings, vol. 15, no. 9, 2025, doi: 10.3390/buildings15091398.
[31] F. Shahin, R. Naveh, dan I. M. Shohet, “Safety Climate in High-Rise Construction,” dalam Proceedings of the 14th Creative Construction Conference (CCC 2025), M. Hajdu, M. Skibniewski, dan Z. Turk, Ed., Hotel Pinija, Petrcane, Zadar, Croatia: International Association for Automation and Robotics in Construction (IAARC), Jun 2025, hlm. 20–24. doi: 10.22260/CCC2025/0004.
[32] W. T. Chen, H. C. Merrett, Y.-H. Huang, T. A. Bria, dan Y.-H. Lin, “Exploring the Relationship between Safety Climate and Worker Safety Behavior on Building Construction Sites in Taiwan,” Sustainability, vol. 13, no. 6, 2021, doi: 10.3390/su13063326
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ridlo Putu Idaman, Mohammad Jufriyanto, Efta Dhartikasari Priyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













